Kapolrestabes Kombes Pol Gidion Arif Setyawan, S.I.K., S.H., M.Hum
MEDAN-Kapolrestabes Kombes Pol Gidion Arif Setyawan, S.I.K., S.H., M.Hum bersana jajaran zoom meeting bersama Kapolri dari Aulla Polrestabes Medan, Jumat (11/4/2025).
Dari Aula Rupatama Polrestabes Medan, jajaran pimpinan satuan serta para kapolsek mengikuti arahan strategis dari Kapolri tentang peran Polri dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
Bukan hanya sebagai penegak hukum, namun juga sebagai aktor strategis yang memastikan distribusi bahan pangan berjalan lancar, aman, dan adil.
“Polri harus hadir dari hulu hingga hilir. Dari sawah ke pasar. Dari petani ke konsumen. Stabilitas nasional dimulai dari perut rakyat,” tegas Kapolrestabes Kombes Gidion dalam arahannya kepada jajaran.
Dalam forum tersebut, Kapolrestabes menekankan tiga pilar utama penguatan ketahanan pangan yang akan menjadi fokus Polrestabes Medan ke depan.
Polri diminta aktif memetakan potensi gangguan di lapangan, seperti penimbunan bahan pokok, distribusi tidak merata, hingga permainan harga yang merugikan masyarakat.
Pendekatan penegakan hukum dilakukan dengan mengedepankan langkah preventif, dialogis, dan humanis terutama kepada pelaku usaha pangan dan pelaku UMKM di sektor distribusi bahan pokok.
Kapolrestabes menekankan pentingnya kerja bersama antara kepolisian, pemerintah daerah, Bulog, dinas ketahanan pangan, serta pengawasan terpadu dengan elemen masyarakat sipil.
Kegiatan ini diikuti oleh Wakapolrestabes Medan, AKBP Taryono Raharja, serta para pejabat utama seperti Kasat Reskrim, Kasat Intelkam, Kasat Samapta, Kasi Propam, Wakasat Lantas, dan jajaran Kapolsek di bawah wilayah hukum Polrestabes Medan.
Selain pembahasan teknis, forum juga menjadi ajang konsolidasi kebijakan, termasuk usulan pendekatan berbasis teknologi untuk pengawasan distribusi pangan secara transparan dan real-time, sebagaimana disampaikan oleh Kasi TIK Kompol Fitri Siahaan.
Di akhir pertemuan, arahan Kapolri kembali menggarisbawahi bahwa ancaman krisis pangan bisa menjadi potensi krisis sosial. Oleh karena itu, Polri harus proaktif menjadi bagian dari solusi.
“Ketahanan pangan adalah bagian dari ketahanan nasional. Ini bukan sekadar soal sembako, tapi soal harga diri bangsa,” ujar Kombes Gidion, menutup kegiatan.(erni).

Komentar
Posting Komentar