Sekdaprovsu Ditantang Buktikan Sekolah Lima Hari Miliki Efek Positip

MEDAN: Anggota DPRD Sumut Rudi Afahri Rangkuti menantang Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumatera Utara (Sumut) Togap Simangunsong, yang menyebut kebijakan lima hari belajar memiliki efek ganda yang sangat positif, di antaranya pertumbuhan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). 

"Coba tunjuķkan UMKM mana itu yang tumbuh akibat sekolah lima hari," kata Rudi, di Medan, Senin (4/8).

Anggota dewan dari Fraksi PAN ini merespon Sekdarprovsu yang mengklaim bahwa kebijakan lima hari belajar memiliki efek ganda yang sangat positif. Salah satunya terhadap pertumbuhan UMKM. 

Selain itu, anak-anak punya waktu lebih bersama keluarga, orang tua bisa mengajak anak bermain dan berbelanja, yang pada akhirnya menggerakkan perekonomian sektor informal.

Menyikapi hal itu, wakil rakyat Dapil Sumut 12 Binjai Langkat ini berpendapat sebaliknya, bahwa sekolah lima hari dalam sepekan untuk tingkat SMA/SMK tahu ajaran 2025/2026 dimulai 5 Juli 2025, banyak dikeluhkan para orangtùa siswa.

"Mereka mengeluh anak-anak mereka sering pulang terlambat karena harus belajar sore hari, dan sering terlambat makan, serta tidak mendapat angkutan umum," ujarnya.

Dari hasil kunjungan dan laporan orangtua dari sejumlah sekolah di Binjai dan Langkat, Rudi mengatakan mereka bingung untuk menyiàpkan makanan, karena mereka bekerja hingga sore hari.

"Kita juga khawatir ànak-ànak mereka terjauhkan dari pendidìkan agama karena méreka yang sekolah siang biasanya berlangsung hingga jelang magrib. Anak-anak mereka di waktu siang ada yang belajar agama atau mengaji," ujar Rudi.

Selain itu, Rudi menyebutkan, ada bidang studi yang memasukkan mata pelajaran bahasa daerah, yang membingungkan anak didik. "Di Langkat itu, kan heterogen banyak bahasa, bukan satu bahasa saja," sebutnya.

Dengan ķondisi yang masih menyisakan banyak masalah, bagaimana sektor informal atau UMKM bisa tumbuh. "Saya lihat di Langkat, UMKM belum mendapatkan apa-apa. Maunya janganlah bikin kesimpulan yang tergesa-gesa, evaluasi menyeluruh lah," pungkasnya. (Erni)

Komentar