Sani staf AZKO dan Brastagi Supermarket di Jalan Gatot Subroto, Medan. Kilasberita65
MEDAN (Kilasberita65): Hujan deras yang mengguyur Sumatera Utara pada akhir November 2025 tak hanya membawa air bah, tetapi juga meninggalkan jejak duka di 19 kabupaten/kota. Rumah-rumah terendam, perabot rusak, dan kehidupan banyak keluarga seolah berhenti sejenak. Namun, di tengah suasana yang terasa gelap itu, secercah cahaya hadir—membantu warga bangkit dan menata ulang harapan.
Cahaya itu datang dari AZKO.
Bagi sebagian warga, cahaya bukan hanya tentang lampu yang kembali menyala, tetapi tentang harapan untuk memulai kembali. AZKO, melalui peran aktifnya, hadir tidak sekadar sebagai penyedia produk rumah tangga, melainkan sebagai mitra kehidupan yang ikut berjalan bersama masyarakat pascabencana.
“AZKO ikut menyalurkan bantuan seperti kasur, bahan makanan, dan kebutuhan dasar ke wilayah terdampak, termasuk Aceh Tamiang yang dilaporkan paling parah terkena banjir bandang,” ujar Sani, staf AZKO dan Brastagi Supermarket di Jalan Gatot Subroto, Medan.
Dari Membersihkan Lumpur, Menata Ulang Kehidupan
Hari-hari setelah banjir adalah hari yang berat. Lumpur mengendap di lantai rumah, air masih menyisakan bau lembap, dan warga perlahan memulai rutinitas yang sempat terhenti. Di momen inilah, kebutuhan sederhana justru menjadi sangat berarti.
Di gerai AZKO Medan, animo masyarakat meningkat signifikan. Produk-produk kebersihan seperti pel lantai, alat penyedot air, ember, hingga perlengkapan rumah tangga laris diburu. Pembelinya didominasi para ibu rumah tangga dan pasangan muda yang baru menikah—mereka yang ingin mengembalikan kenyamanan rumah, atau bahkan memulai babak baru kehidupan.
“Karena habis banjir, alat-alat kebersihan sangat dibutuhkan. Itu yang paling banyak dicari,” kata Sani.
Tak hanya itu, produk elektronik rumah tangga dari merek ternama seperti Philips—rice cooker dan blender—juga banyak diminati. Dengan garansi satu tahun untuk elektronik dan garansi 14 hari untuk produk non-elektronik, AZKO memberi rasa aman di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.
Hingga 6 Januari 2026, sejumlah produk masih ditawarkan dengan harga diskon. Setelah itu, harga kembali normal, sementara program diskon berikutnya akan menyesuaikan kebijakan pusat dan kebutuhan situasi.
Bertahan 30 Tahun, Bertumbuh Bersama Masyarakat
Bagi AZKO, melewati krisis bukanlah hal baru. Gregory S. Widjaja, Direktur PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (AHI), mengenang perjalanan panjang perusahaan sejak berdiri pada 1995.
“Kami pernah menghadapi krisis moneter 1997–1998, padahal banyak barang impor. Bahkan toko pertama kami di Lippo Karawaci sempat dibakar,” ujarnya.
Namun, krisis demi krisis justru menempa AZKO menjadi lebih kuat. Nilai-nilai perusahaan yang dihidupi seluruh karyawan menjadi fondasi utama untuk bertahan dan terus melangkah.
“Krisis membuat kami lebih kuat. Fundamental kami solid, dan itu yang membuat kami tidak takut menghadapi tantangan,” kata Gregory.
Selama tiga dekade, AZKO mengukuhkan diri sebagai Home Life Improvement Partner bagi masyarakat Indonesia. Tidak hanya lewat ekspansi gerai, tetapi melalui kontribusi nyata, termasuk penciptaan lapangan kerja—di mana hingga 95 persen karyawan gerai baru berasal dari warga lokal.
Cahaya yang Tak Sekadar Menyala
Komitmen AZKO terhadap masyarakat juga diwujudkan melalui program AZKO Berbagi Cahaya. Program ini menyalurkan lampu LED hemat energi dengan target menjangkau 30 ribu rumah, 300 sekolah, dan 300 fasilitas publik di 80 kota hingga 2030.
Hingga kini, lebih dari 10 ribu lampu LED telah didistribusikan ke 30 kota, menerangi sekolah, rumah ibadah, pusat kebudayaan, hingga museum.
Selain itu, melalui program Bisa Baik (Bersama Atasi Sampah Barang Elektronik), AZKO mengajak masyarakat lebih peduli lingkungan. Sejak diluncurkan pada Agustus 2023, program ini telah mengumpulkan 4,3 ton limbah elektronik hingga Juli 2025.
Peralatan masak yang jadi favorit di ZKO dan Brastagi Supermarket di Jalan Gatot Subroto, Medan.
Menata Esok dengan Harapan Baru
Memasuki 2026, AZKO berencana menambah 25–30 gerai baru di berbagai wilayah Indonesia, serta memperkuat lini home brand seperti Krisbow, Kris, Klaz, Stora, dan Sync by Krisbow—produk yang dirancang sesuai kebutuhan rumah tangga Indonesia.
Di tengah lumpur yang mulai mengering dan rumah yang perlahan kembali rapi, AZKO hadir bukan hanya membawa produk, tetapi juga harapan. Bahwa setelah bencana, selalu ada kesempatan untuk bangkit. Bahwa cahaya—sekecil apa pun—cukup untuk menerangi langkah menuju kehidupan yang lebih baik.
Dan di Sumatera Utara, cahaya itu kini kembali menyala. (erlis)
Komentar
Posting Komentar