Di Antara Barisan Seragam Abu-Abu, Kapolrestabes Medan Menitipkan Pesan Kepada Siswa SMK 1 Medan

MEDAN — Pagi Senin (3/11/2025) itu, halaman SMK Negeri 1 Medan terasa berbeda. Bukan hanya karena barisan rapi siswa berseragam abu-abu yang memenuhi lapangan, melainkan karena keheningan yang menyelimuti udara. Di bawah kibaran Merah Putih, ratusan pasang mata tertuju pada satu sosok berseragam cokelat yang berdiri di tengah upacara bendera.

Ia bukan sekadar memimpin upacara. Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dr. Jean Calvijn Simanjuntak, SIK, MH, datang membawa pesan—tentang masa depan, tentang pilihan hidup, dan tentang tanggung jawab yang mulai tumbuh sejak usia sekolah.

Dengan suara tenang namun penuh ketegasan, ia mengajak para siswa merenungi satu hal sederhana: sekolah bukan rutinitas, melainkan bekal. Bekal untuk menata hidup, menggapai cita-cita, dan membahagiakan mereka yang telah berkorban demi pendidikan.

“Kesuksesan kalian kelak adalah kebanggaan orang tua dan guru,” ucapnya. Kalimat itu meluncur pelan, namun menghunjam dalam. Di antara barisan siswa, beberapa tampak mengangguk. Ada yang menunduk, ada pula yang menatap lurus, seolah sedang berbicara dengan mimpi masing-masing.

Namun pesan itu tidak berhenti pada soal belajar dan prestasi. Kapolrestabes Medan juga menyinggung sisi lain kehidupan remaja—realitas yang kerap hadir diam-diam, namun membawa dampak panjang. Ia berbicara tentang perundungan, kenakalan remaja, dan penggunaan media sosial yang tak terkendali.

“Gunakan teknologi untuk kebaikan, bukan untuk menghancurkan masa depan sendiri,” pesannya. Ia mengingatkan bahwa satu unggahan, satu pergaulan yang salah, bahkan satu keputusan tergesa, bisa meninggalkan jejak yang sulit dihapus.

Perhatian siswa semakin terpusat ketika ia menyinggung ancaman nyata yang kerap mengintai generasi muda, khususnya lulusan SMK: bujuk rayu tawaran kerja dan magang ke luar negeri yang berujung pada tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Sebuah ancaman yang sering datang dengan wajah ramah, namun menyimpan bahaya.

Pesan itu terasa dekat. Sebagian besar siswa SMK memang telah membayangkan dunia kerja setelah lulus. Di titik itulah, Kapolrestabes menekankan bahwa keterampilan harus berjalan beriringan dengan kewaspadaan.




Kehadiran Polri di lingkungan sekolah pagi itu mendapat apresiasi dari Kepala Cabang Dinas Wilayah I, David Nainggolan, S.STP., M.SP. Ia menilai kehadiran aparat kepolisian bukan semata soal penegakan hukum, melainkan wujud kepedulian dalam membentuk karakter generasi muda.

Senada, Kasat Intelkam Polrestabes Medan, Kompol Lengkap Suherman Siregar, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Harkamtibmas—langkah preventif Polri untuk menjaga keamanan dan ketertiban, sekaligus memberi perlindungan dan pengayoman, khususnya bagi pelajar.

Upacara ditutup dengan penyerahan cenderamata dari pihak sekolah kepada Kapolrestabes Medan. Senyum, salam, dan jabat tangan mengakhiri kegiatan secara formal. Namun pesan yang ditinggalkan pagi itu tak berhenti di lapangan sekolah.

Kepala SMK Negeri 1 Medan, May Gloria Sabrina Meliala, S.Pd., M.M


Kepala SMK Negeri 1 Medan, May Gloria Sabrina Meliala, S.Pd., M.M., berharap nasihat yang disampaikan menjadi energi baru bagi para siswa untuk lebih giat menimba ilmu, serta berharap kegiatan seperti ini dapat terus berkesinambungan.

Di bawah langit Medan yang cerah, di antara kibaran Merah Putih dan barisan seragam abu-abu, Kapolrestabes Medan telah menanamkan sesuatu yang tak kasat mata: harapan. Harapan agar generasi muda tumbuh berkarakter, berdisiplin, dan berani menata masa depan dengan tanggung jawab sosial serta semangat kebangsaan.

Dan pagi itu, para siswa diingatkan kembali—masa depan bukan hanya untuk diimpikan, melainkan dipersiapkan sejak hari ini. (erniyati)


Komentar