Dosen dan Mahasiswa USU Gelar Dapur Umum di Posko Payaprupuk Langkat, Layani Ribuan Warga Terdampak Banjir



Langkat — Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak banjir, tim dosen dan mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) berupa pendirian dan operasional dapur umum di Posko Payaprupuk, Kec. Tanjung Pura Kabupaten Langkat, yang berlangsung selama 20 hingga 29 Desember 2025.

Kegiatan ini merupakan respons atas bencana banjir yang melanda Kabupaten Langkat pada akhir November 2025, yang menyebabkan ribuan warga kehilangan akses terhadap kebutuhan pangan akibat rumah terendam dan fasilitas dapur rusak. Dalam kondisi tanggap darurat tersebut, keberadaan dapur umum menjadi solusi utama untuk memastikan terpenuhinya kebutuhan makanan masyarakat secara cepat, aman, dan bergizi.

Dapur umum Posko Payaprupuk didirikan melalui koordinasi antara tim PKM USU, pemerintah desa setempat, serta relawan lokal. Sejak hari pertama, dapur umum yang dipimpim oleh Ibu Prof. Ir Hotnida Sinaga M.Phil. Ph.D dan Ibu Dr. Wahyu Haryati Maser STP, M.Si  beroperasi secara gotong royong dengan mengedepankan standar kebersihan dan keamanan pangan. Tim menyediakan peralatan memasak darurat, menetapkan standar operasional prosedur (SOP), serta mengatur alur produksi dan distribusi makanan agar berjalan tertib dan tepat sasaran.

Setiap harinya, dapur umum mampu memproduksi sekitar 2.000 porsi makanan siap santap, dengan menu sederhana namun bergizi yang mencakup karbohidrat, protein, dan sayuran. Makanan tersebut didistribusikan kepada warga di posko pengungsian dan permukiman terdampak, dengan prioritas pada kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan ibu menyusui.

Selain makanan siap santap dari dapur umum, tim juga menyalurkan makanan bergizi siap saji yang dapat langsung dikonsumsi tanpa proses pemanasan. Bantuan ini ditujukan bagi warga dengan keterbatasan mobilitas serta keluarga yang berada jauh dari lokasi dapur umum.














Ketua tim PKM Dr. Achmad Siddik Thoha S.Hut., M.Si. menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan fisik masyarakat, tetapi juga memberikan rasa aman dan ketenangan psikologis di tengah situasi pascabencana. “Ketersediaan makanan yang terjamin sangat berpengaruh terhadap kondisi kesehatan dan ketahanan mental masyarakat terdampak banjir,” ujarnya.

Selama sepuluh hari pelaksanaan, kegiatan dapur umum di Posko Payaprupuk, Tanjung Pura  telah memberikan manfaat langsung kepada sekitar 2.000 orang per hari. Pemerintah desa dan masyarakat setempat mengapresiasi kehadiran perguruan tinggi yang terlibat aktif dalam penanganan bencana, tidak hanya melalui bantuan logistik, tetapi juga melalui pendekatan berbasis keilmuan dan pengabdian.

Melalui kegiatan ini, Universitas Sumatera Utara menegaskan komitmennya untuk hadir di tengah masyarakat dalam situasi darurat, sekaligus memperkuat solidaritas sosial dan ketahanan komunitas pascabencana di Kabupaten Langkat. (erniyati)

Komentar