Musda Golkar Sumut Jadi Momentum Konsolidasi dan Ujian Kedewasaan Politik Partai




Ketua MKGR Kota Medan, M. Ihsan Kurnia, SE

MEDAN (Kilasberita65):  Dinamika internal Partai Golkar Sumatera Utara pasca pergantian kepemimpinan di tingkat DPD menjadi perhatian serius berbagai elemen partai. Di tengah situasi tersebut, Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Sumut dinilai sebagai titik balik penting yang akan menentukan arah, kekuatan, dan soliditas partai ke depan, khususnya dalam menghadapi kontestasi politik daerah.

Ketua MKGR Kota Medan, M. Ihsan Kurnia, SE, menilai bahwa Musda tidak boleh dipandang sebatas forum pergantian ketua, melainkan harus dimanfaatkan sebagai sarana konsolidasi menyeluruh dan penguatan demokrasi internal Golkar.

“Golkar adalah partai besar yang sudah teruji oleh berbagai dinamika politik nasional dan daerah. Musda ini harus menjadi ruang pembenahan, bukan arena konflik,” ujar Ihsan.

Menurutnya, polemik yang berkembang pasca pemberhentian Musa Rajekshah (Ijeck) dari jabatan Ketua DPD Golkar Sumut tidak seharusnya menyeret kader ke dalam perpecahan. Ia mengingatkan bahwa perbedaan pandangan adalah hal wajar dalam partai demokratis, namun harus disalurkan melalui mekanisme organisasi yang sehat.

Ihsan menegaskan bahwa penunjukan Ahmad Doli Kurnia sebagai Pelaksana Tugas Ketua DPD Golkar Sumut merupakan langkah administratif dan organisatoris untuk memastikan roda partai tetap berjalan hingga Musda dilaksanakan. Karena itu, seluruh kader diminta menjaga suasana kondusif dan mengedepankan kepentingan partai secara kolektif.

“PLT ditunjuk untuk menjaga kesinambungan organisasi. Jangan dimaknai sebagai upaya melemahkan atau menguatkan kelompok tertentu. Golkar lebih besar dari kepentingan individu,” tegasnya.

Lebih jauh, Ihsan menyebut Musda Golkar Sumut akan menjadi ujian nyata sejauh mana partai mampu menjalankan prinsip demokrasi internal secara konsisten. Ia menekankan pentingnya proses Musda yang transparan, adil, dan memberikan kesempatan yang setara bagi kader terbaik untuk berkompetisi.

“Musda yang demokratis akan melahirkan kepemimpinan yang legitimate dan kuat. Jika prosesnya sehat, maka hasilnya akan diterima oleh seluruh kader,” katanya.

Dalam konteks tantangan politik ke depan, Ihsan mengingatkan bahwa Golkar Sumut tidak hanya menghadapi agenda internal, tetapi juga tuntutan publik yang semakin kritis. Oleh karena itu, kepemimpinan Golkar Sumut ke depan harus mampu mengembalikan kepercayaan masyarakat melalui kerja nyata dan program yang berpihak pada rakyat.

Ia menyoroti pentingnya fokus pada isu-isu strategis seperti pendidikan, kesehatan, ketahanan ekonomi, serta respons cepat terhadap bencana alam yang kerap melanda Sumatera Utara. Menurutnya, Golkar harus hadir di tengah masyarakat, bukan hanya saat momentum politik.

“Golkar harus membuktikan diri sebagai partai karya dan kekaryaan. Program yang menyentuh kebutuhan rakyat adalah kunci utama menjaga elektabilitas dan kepercayaan publik,” ujarnya.

Selain itu, Ihsan juga menekankan pentingnya komunikasi publik yang terbuka dan konstruktif. Ia mengingatkan agar dinamika internal partai tidak terus-menerus dipertontonkan ke ruang publik karena dapat menggerus citra Golkar.

“Perbedaan boleh, kritik boleh, tapi harus disampaikan dengan cara yang beretika dan berorientasi solusi,” katanya.

Sebagai organisasi pendiri Golkar, MKGR, lanjut Ihsan, memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga marwah dan nilai-nilai dasar partai. Ia menegaskan bahwa MKGR akan terus mendorong kader Golkar Sumut untuk tetap solid, dewasa secara politik, dan mengedepankan kepentingan rakyat di atas kepentingan kelompok.

Menutup pernyataannya, Ihsan optimistis Golkar Sumut mampu melewati dinamika ini dengan baik jika seluruh elemen partai menempatkan Musda sebagai ajang memperkuat barisan dan memperbaiki arah perjuangan.

“Jika Musda dijalankan dengan prinsip demokratis, transparan, dan berpihak pada rakyat, saya yakin Golkar Sumut akan keluar dari proses ini sebagai partai yang lebih solid, kuat, dan dipercaya masyarakat,” pungkas M. Ihsan Kurnia, SE, Ketua MKGR Kota Medan. (erniyati)


Komentar