Pulihkan Lingkungan Pascabanjir, Tim Pengabdian USU dan Warga Gotong Royong Bersihkan Sampah di Langkat

LANGKAT — Upaya pemulihan lingkungan pascabanjir terus dilakukan di Kabupaten Langkat. Melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Kebencanaan, tim dosen dan mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) bersama relawan dan pemerintah setempat menggelar aksi sanitasi lingkungan serta gotong royong pembersihan sampah banjir di Kecamatan Tanjung Pura dan Desa Paya Perupuk, pada 26–28 Desember 2025.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai respons atas tingginya volume sampah dan memburuknya kondisi sanitasi pascabanjir. Tumpukan sampah, perabot rumah tangga rusak, dan limbah domestik berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan serta pencemaran lingkungan apabila tidak segera ditangani secara terpadu.

Dalam rangka memperbaiki kondisi sanitasi, Tim PKM USU Peduli Kabupaten Langkat yang diketuai Dr. Achmad Siddik Thoha, S.Hut., M.Si., melakukan pendampingan penerapan sanitasi darurat, distribusi air bersih, serta edukasi kebersihan lingkungan kepada masyarakat. Langkah ini bertujuan menekan risiko penyakit berbasis lingkungan sekaligus mendorong perilaku hidup bersih dan sehat di masa pemulihan pascabencana.

Selain itu, aksi gotong royong bertajuk “Jum’at Bersih” digelar pada Jumat (26/12/2025) di Kelurahan Pekan Tanjung Pura. Kegiatan tersebut melibatkan aparatur pemerintah kecamatan, para kepala lingkungan, masyarakat, serta relawan lintas organisasi. Dari unsur akademisi, Tim Satuan Tugas USU Peduli menurunkan enam dosen dan 41 mahasiswa relawan yang terlibat langsung di lapangan.

Kegiatan diawali dengan apel bersama di halaman Masjid Azizi Tanjung Pura yang dipimpin Camat Tanjung Pura, Tengku Reza Adiya, S.STP., M.AP., didampingi Ketua Satgas USU Peduli Kabupaten Langkat, Dr. Achmad Siddik Thoha. Selanjutnya, peserta dibagi ke dalam lima zonasi pembersihan untuk mempercepat pengangkutan sampah di ruas jalan utama kecamatan.

Aksi ini didukung sarana berupa enam unit dump truck, satu unit excavator, dua unit truk air bersih, serta tiga unit kendaraan pick up. Sampah yang terkumpul diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Stabat. Dari kegiatan di Kelurahan Pekan Tanjung Pura, berhasil dikumpulkan sekitar 30 ton sampah semi basah.



Kegiatan serupa dilanjutkan di Desa Paya Perupuk dan Desa Pematang Tengah pada 28 Desember 2025 dengan tambahan sekitar 10 ton sampah. Secara keseluruhan, aksi sanitasi dan gotong royong pascabanjir di Kecamatan Tanjung Pura berhasil mengamankan sekitar ±40 ton sampah sekaligus mencegah praktik pembakaran sampah oleh warga.

Pantauan di lapangan menunjukkan penurunan signifikan intensitas asap pembakaran sampah pascakegiatan, yang berdampak pada peningkatan kualitas udara dan kesehatan lingkungan masyarakat. Ketua kegiatan, Dr. Adri Huda, S.Si., menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh pihak yang terlibat.

“Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, relawan, dan masyarakat menjadi kunci utama pemulihan lingkungan pascabencana,” ujarnya.

Pemerintah Kecamatan Tanjung Pura menyatakan komitmennya untuk melanjutkan kegiatan serupa secara berkala sebagai bagian dari upaya penanganan lingkungan yang berkelanjutan. (Erniyati)

Komentar