TIM SATGAS USU Peduli Bersama IA ITB Salurkan Air Bersih dan Perlengkapan Sanitasi bagi Warga Terdampak Banjir di Langkat


Langkat — Ketersediaan air bersih dan sanitasi layak menjadi kebutuhan mendesak bagi masyarakat terdampak banjir. Menjawab kondisi tersebut, Tim Satuan Tugas (Satgas) USU Peduli bekerja sama dengan Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (IA ITB) menyalurkan bantuan air bersih dan perlengkapan sanitasi dasar bagi warga terdampak banjir di Kabupaten Langkat.

Kegiatan respon kemanusiaan ini dilaksanakan secara berkelanjutan pada 20–29 Desember 2025 di sejumlah wilayah terdampak, sebagai bagian dari upaya perlindungan kesehatan masyarakat dan pemulihan kualitas lingkungan pascabencana.

Pada Senin (22/12/2025), kegiatan dipusatkan di Desa Pematang Cengal, Kecamatan Tanjung Pura. Tim menyalurkan air bersih menggunakan teknologi filter air mobile serta menyerahkan secara simbolis toren air berkapasitas 1.000 liter kepada perwakilan masyarakat. Fasilitas tersebut dimanfaatkan secara komunal oleh warga untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti air minum, memasak, mencuci, serta menjaga kebersihan diri dan lingkungan.

Kegiatan berlanjut pada Selasa (23/12/2025) di Desa Cempa, Kecamatan Hinai. Pada lokasi ini, toren air berkapasitas 1.000 liter diserahkan langsung kepada Kepala Desa Cempa sebagai perwakilan masyarakat. Air bersih yang disalurkan dihasilkan dari pengolahan sumber air setempat menggunakan filter air mobile bantuan IA ITB, sehingga layak digunakan oleh warga.

Koordinator kegiatan penyaluran air bersih dan perlengkapan sanitasi dasar, Yasmine Anggia Sari, S.Si., M.T., bersama Reisya Ichwani, S.Si., M.Sc., Ph.D., menjelaskan bahwa penyediaan air bersih dilakukan secara rutin sebagai langkah strategis untuk menjaga kesehatan masyarakat pascabencana.

“Penyediaan air bersih kami laksanakan secara berkelanjutan dengan dukungan filter air mobile dari IA ITB. Teknologi ini memungkinkan masyarakat tetap memiliki akses air bersih yang aman, sekaligus menekan risiko penyakit akibat sanitasi yang buruk,” ujar Yasmine.

Akses air bersih yang tersedia secara berkelanjutan memberikan manfaat signifikan, tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan harian warga, tetapi juga sebagai upaya pencegahan penyakit berbasis lingkungan seperti diare, penyakit kulit, dan gangguan kesehatan lainnya. Selain itu, ketersediaan air bersih mendukung penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta membantu menjaga kualitas lingkungan permukiman pascabanjir.

Melalui kolaborasi USU Peduli dan IA ITB, kegiatan ini menjadi contoh sinergi lintas institusi dalam penanganan bencana yang menitikberatkan aspek sanitasi, kesehatan lingkungan, dan keberlanjutan. Diharapkan, program penyediaan air bersih ini dapat memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat serta mendukung proses pemulihan pascabencana banjir di Kabupaten Langkat. (erniyati)

Komentar