Inovasi FT USU Bantu UMKM Air Minum di Langkat Beralih ke Produksi Lebih Efisien dan Ramah Lingkungan


Tungku non asap untuk mendukung peningkatan kapasitas serta efisiensi produksi Air Minum yang Dimasak (AMD) pada UMKM Beringin Water di Kecamatan Hinai, Kabupaten Langkat. Kilasberta65


MEDAN — Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara (FT USU) kembali menunjukkan peran aktif perguruan tinggi dalam mendorong kemajuan usaha mikro kecil menengah (UMKM) melalui inovasi teknologi tepat guna. Melalui Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Kemitraan Fakultas Tahun 2025, FT USU merancang dan membangun tungku non asap untuk mendukung peningkatan kapasitas serta efisiensi produksi Air Minum yang Dimasak (AMD) pada UMKM Beringin Water di Kecamatan Hinai, Kabupaten Langkat.

Program ini berangkat dari kondisi riil yang dihadapi UMKM Beringin Water, yang selama ini masih mengandalkan tungku kayu bakar konvensional dalam proses produksi air minumnya. Meskipun metode memasak air hingga mendidih dengan kayu bakar dipercaya masyarakat sebagai jaminan keamanan dan kualitas air, proses tersebut memiliki sejumlah kelemahan, mulai dari waktu produksi yang lama, konsumsi bahan bakar tinggi, hingga polusi asap yang berpotensi mencemari lingkungan sekitar.

Ketua tim PKM FT USU, Andianto Pintoro, S.T., M.T., menjelaskan bahwa tungku non asap dirancang sebagai solusi atas permasalahan tersebut tanpa menghilangkan ciri khas produk AMD. “Kami tidak mengubah konsep air minum yang dimasak menggunakan kayu bakar. Yang kami tingkatkan adalah sistem pembakarannya agar lebih efisien, lebih cepat, dan minim asap,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima di Medan, Sabtu (3/1).

Tim pengabdian yang terdiri atas Reisya Ichwani, S.Si., M.Sc., Ph.D., Ade Irwan, S.T., M.T., dan Fadly Ahmad Kurniawan Nasution, S.T., M.T., merancang tungku dengan sistem aliran udara yang lebih baik sehingga pembakaran kayu berlangsung lebih sempurna. Selain itu, tungku dilengkapi cerobong dan kondensor untuk menangkap asap pembakaran yang kemudian dikondensasikan menjadi asap cair.

Asap cair tersebut tidak dibuang begitu saja, melainkan dapat dimanfaatkan sebagai produk turunan yang memiliki nilai ekonomi. Dengan pendekatan ini, tungku non asap tidak hanya meningkatkan produktivitas UMKM, tetapi juga mendorong penerapan ekonomi sirkular dan pengelolaan limbah yang lebih berkelanjutan di tingkat usaha kecil.

UMKM Beringin Water yang berlokasi di Jalan Bahagia, Pasar V B, Kelurahan Kebun Lada, Kecamatan Hinai, Kabupaten Langkat, berjarak sekitar 55 kilometer dari Kampus Universitas Sumatera Utara. Usaha milik Muhammad Syarif Hidayat ini memanfaatkan kepercayaan masyarakat terhadap air minum yang dimasak hingga mendidih, sehingga memiliki pasar tersendiri di tengah maraknya depot air minum isi ulang dengan teknologi filtrasi modern.

Namun, penggunaan tungku konvensional selama bertahun-tahun menimbulkan berbagai kendala, seperti sulitnya membersihkan sisa abu pembakaran serta asap yang mengganggu kenyamanan kerja. Selain itu, emisi hasil pembakaran kayu juga berpotensi berdampak pada kualitas udara di sekitar lokasi usaha.

Pelaksanaan kegiatan PKM dilakukan secara bertahap dan sistematis. Tahapan dimulai dari survei awal dan identifikasi permasalahan di lokasi mitra, diskusi intensif untuk merumuskan kebutuhan teknologi, hingga perancangan tungku yang disesuaikan dengan kondisi eksisting UMKM. Proses pembangunan tungku non asap melibatkan tenaga kerja lokal sebagai bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat sekitar.

Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara (FT USU) kembali menunjukkan peran aktif perguruan tinggi dalam mendorong kemajuan usaha mikro kecil menengah (UMKM) melalui inovasi teknologi tepat guna. Melalui Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Kemitraan Fakultas Tahun 2025, FT USU merancang dan membangun tungku non asap untuk mendukung peningkatan kapasitas serta efisiensi produksi Air Minum yang Dimasak (AMD) pada UMKM Beringin Water di Kecamatan Hinai, Kabupaten Langkat.

Setelah konstruksi selesai, tim FT USU melakukan uji coba operasional untuk membandingkan kinerja tungku konvensional dan tungku non asap. Parameter yang diuji meliputi waktu pendidihan air, efisiensi penggunaan kayu bakar, kapasitas produksi AMD, serta potensi pengurangan emisi asap. Hasil awal menunjukkan adanya peningkatan efisiensi produksi dan penurunan signifikan asap pembakaran.

Melalui program ini, FT USU berharap UMKM Beringin Water dapat meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperbaiki lingkungan kerja yang lebih sehat dan nyaman. Selain berdampak langsung pada peningkatan pendapatan UMKM, kegiatan ini juga menjadi sarana transfer pengetahuan dan teknologi dari perguruan tinggi kepada masyarakat.

Secara lebih luas, kegiatan PKM ini sejalan dengan upaya pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya tujuan ke-12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab. FT USU menilai bahwa inovasi sederhana namun tepat guna seperti tungku non asap dapat menjadi model yang direplikasi pada UMKM serupa di berbagai daerah.

Sebagai luaran, program PKM ini menargetkan publikasi artikel ilmiah pada jurnal nasional ber-ISSN, pembuatan video dokumentasi kegiatan, serta pemberitaan di media massa cetak dan daring sebagai bagian dari diseminasi hasil pengabdian kepada masyarakat.  (erniyati)


Komentar