MEDAN
Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Peduli Memajukan Sumatera Utara (APMPEMUS) menyoroti kondisi tanaman tebu di Pabrik Gula Kwala Madu, Kabupaten Langkat, yang dinilai tidak tumbuh optimal dan berpotensi memengaruhi produktivitas gula.
Ketua APMPEMUS, Iqbal SH, di Medan, Minggu (15/2), mengatakan hasil peninjauan lapangan menunjukkan tanaman tebu tampak kurus, pertumbuhan tidak seragam, serta terdapat indikasi stunting di sejumlah areal kebun. Kondisi fisik tanaman tersebut dinilai menjadi indikator penting keberhasilan budidaya dan manajemen perkebunan dalam industri gula.
Ia juga mengacu pada pernyataan Zulkifli Hasan yang sebelumnya menilai varietas tebu di lokasi tersebut sudah berusia tua sehingga perlu dilakukan perbaikan untuk meningkatkan hasil produksi.
Menurut APMPEMUS, tanaman yang tidak berkembang optimal berpotensi menimbulkan berbagai dampak, antara lain penurunan produktivitas, potensi kehilangan rendemen, inefisiensi biaya produksi, hingga risiko kerugian ekonomi perusahaan.
Selain faktor varietas, APMPEMUS menilai pertumbuhan tebu yang tidak normal juga dapat berkaitan dengan aspek teknis dan manajerial, seperti pemupukan, pemeliharaan vegetatif, pengendalian hama, serta pengawasan lapangan. Kondisi ini memunculkan pertanyaan terkait efektivitas perencanaan dan pengendalian operasional di kebun.
APMPEMUS juga menyoroti dugaan praktik pembakaran lahan yang disebut tidak sesuai prosedur operasional standar (SOP). Jika benar terjadi, praktik tersebut dinilai berpotensi berdampak terhadap lingkungan, kesuburan tanah, serta kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.
Selain itu, pihaknya menemukan adanya tebu tumbang yang tidak ikut dipanen, padahal berdasarkan uji coba memiliki rendemen tinggi. Tebu tersebut dilaporkan justru ikut terbakar bersama sisa daun hasil panen, sehingga dinilai merugikan perusahaan dari sisi potensi produksi.
APMPEMUS menegaskan bahwa persoalan operasional di sektor strategis seperti industri gula tidak dapat dilepaskan dari aspek transparansi penggunaan anggaran, termasuk dalam perawatan tanaman, pengadaan pupuk, hingga pengelolaan aset kebun.
“Kualitas tanaman adalah fondasi utama dalam industri gula. Ketika tanaman menunjukkan gejala tidak normal, yang dipertaruhkan bukan hanya hasil panen, tetapi juga kredibilitas manajemen dalam pengelolaan anggaran,” tegasnya.
Menindaklanjuti temuan tersebut, APMPEMUS telah melayangkan surat resmi kepada manajemen kebun sebagai bentuk penyampaian aspirasi dan permintaan klarifikasi. Mereka juga mendatangi Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara untuk berkonsultasi serta menyampaikan laporan awal terkait kondisi di lapangan.
Sementara itu, pihak PT Sinergi Gula Nusantara melalui General Manager MKSO Kebun Kwala Madu, Raulina Panjaitan, sebelumnya menjelaskan bahwa kondisi tanaman dipengaruhi penggunaan varietas lama yang kini sedang dalam proses peremajaan.
“Varietas yang digunakan sebelumnya memang sudah cukup tua, sehingga kami melakukan penggantian secara bertahap dengan varietas baru yang lebih unggul. Proses ini membutuhkan waktu karena harus mengikuti siklus tanam,” ujarnya.
Perusahaan, lanjutnya, telah menyesuaikan dosis pemupukan, meningkatkan intensitas perawatan, serta memperketat pengawasan areal kebun guna memastikan pertumbuhan tanaman lebih seragam dan produktivitas meningkat.
Langkah pembenahan tersebut merupakan bagian dari target peningkatan rendemen dan produksi gula dalam beberapa tahun ke depan sekaligus mendukung program swasembada gula nasional. Evaluasi teknis terus dilakukan melalui pemantauan rutin di lapangan agar setiap tahapan peremajaan berjalan sesuai rencana.
Ke depan, perusahaan membuka ruang komunikasi dengan berbagai pihak agar masukan yang disampaikan dapat menjadi bagian dari perbaikan berkelanjutan dalam pengelolaan kebun serta menjaga keberlangsungan produksi gula secara optimal.
Di akhir keterangannya, Iqbal menegaskan pihaknya berharap ada evaluasi menyeluruh dan transparan agar potensi kebun dapat dimaksimalkan. “Kami tidak ingin persoalan ini berlarut-larut. Harapannya ada pembenahan nyata sehingga produktivitas meningkat dan pengelolaan kebun benar-benar memberi manfaat bagi perusahaan, masyarakat, dan ketahanan pangan daerah,” ujarnya. (tim)
Komentar
Posting Komentar