Pemprov Sumut Siapkan Operasi Pasar untuk Jaga Stabilitas Harga



Medan – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menyiapkan langkah pengendalian harga bahan pokok menjelang bulan suci Ramadhan 1447 H melalui pelaksanaan operasi pasar pangan di berbagai daerah. Kebijakan ini dilakukan untuk meredam potensi gejolak harga akibat meningkatnya permintaan masyarakat serta memastikan ketersediaan pasokan tetap aman.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Energi Sumber Daya Mineral Provinsi Sumatera Utara akan menggelar operasi pasar secara masif mulai pekan depan di sejumlah pasar rakyat dan titik distribusi yang tersebar di wilayah Sumatera Utara.

Komoditas yang disalurkan meliputi beras, minyak goreng, gula pasir, dan telur ayam dengan harga terjangkau melalui pedagang kaki lima (PKL) serta jaringan pasar tradisional.

Plh. Kepala Dinas Perindag ESDM Sumut, Yosi Sukmono, mengatakan langkah ini merupakan upaya preventif pemerintah daerah agar harga tetap terkendali selama periode meningkatnya kebutuhan masyarakat.

“Secara umum harga bahan pokok masih cukup stabil di pasaran. Hanya ayam potong yang mengalami kenaikan, namun masih dalam batas kewajaran,” ujarnya saat ditemui di kantor dinas di Medan, Selasa (24/2/2026).

Berdasarkan data pemantauan terbaru, harga ayam potong berada di kisaran Rp45.000–Rp50.000 per kilogram atau naik sekitar 6–9 persen dibandingkan pekan sebelumnya. Kenaikan tersebut dipengaruhi faktor cuaca yang berdampak pada distribusi dan pasokan pakan ternak. Sementara itu, harga daging sapi relatif stabil di angka Rp140.000–Rp150.000 per kilogram.

Untuk komoditas lain, beras medium tercatat berada di kisaran Rp13.500–Rp15.500 per kilogram, sedangkan minyak goreng curah sekitar Rp14.500 per liter.

Selain penyaluran pangan murah, dinas juga menurunkan tim pengawas guna memantau harga dan ketersediaan komoditas strategis di pasar, sekaligus berkoordinasi dengan Perum BULOG serta produsen lokal guna memastikan distribusi berjalan lancar dan mencegah praktik penimbunan.

Operasi pasar ini direncanakan berlangsung hingga akhir bulan puasa dengan sasaran menjaga harga tetap berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.

Yosi juga mengimbau masyarakat untuk berperan aktif melaporkan apabila menemukan indikasi kenaikan harga yang tidak wajar. “Kami membuka ruang pengaduan bagi masyarakat agar stabilitas pasar dapat kita jaga bersama,” pungkasnya. (Erniyati)

Komentar