Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Utara (PROV.SUMUT) dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muniruddin Ritonga S.H.I., M.Ag melaksanakan Kegiatan Reses II (dua) Tahun Sidang Sidang II (dua) 2025-2026 di desa Nanggarati Hutapadang Kecamatan Arse Kabupaten Tapanuli Selatan.
MEDAN – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Sumatera Utara (DPRD Sumut) dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muniruddin Ritonga, S.H.I., M.Ag melaksanakan Kegiatan Reses II Tahun Sidang II 2025–2026 mulai 5 hingga 14 Februari 2026 di sejumlah desa di Kabupaten Tapanuli Selatan.
Siaran pers yang diterima di Medan, Kamis (18/2), menyebutkan, reses dilakukan di Desa Sihopur dan Desa Perkebunan Simarpinggan, Kecamatan Angkola Selatan, serta Desa Nanggarjati Hutapadang dan Desa Natambang Roccitan, Kecamatan Arse. Kegiatan tersebut dihadiri kepala desa dan perangkatnya, tokoh masyarakat (hatobangon), Naposo Nauli Bulung (NNB), serta ratusan warga.
Dalam setiap pertemuan, Munir yang duduk di Komisi B DPRD Sumut menyampaikan bahwa reses merupakan kewajiban anggota dewan untuk menyerap dan memperjuangkan aspirasi masyarakat di daerah pemilihan masing-masing.
“Reses adalah sarana bagi kami untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat dan memperjuangkannya di paripurna DPRD Sumut, sepanjang itu menjadi kewenangan pemerintah provinsi,” ujar Munir.
Ia menjelaskan bahwa Komisi B membidangi perekonomian yang meliputi sektor perindustrian dan perdagangan, pertanian, perikanan, peternakan, perkebunan, kehutanan, pengadaan pangan dan logistik, koperasi dan UMKM, pertambangan dan energi, pengelolaan potensi danau dan laut daerah, hingga pariwisata dan ekonomi kreatif.
Munir juga mengingatkan bahwa DPRD memiliki tiga fungsi utama, yakni legislasi (pembentukan peraturan daerah), anggaran (pembahasan dan persetujuan APBD), serta pengawasan terhadap pelaksanaan peraturan daerah dan kebijakan pemerintah daerah.
Aspirasi Infrastruktur hingga Pertanian
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Utara (PROV.SUMUT) dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muniruddin Ritonga S.H.I., M.Ag melaksanakan Kegiatan Reses II (dua) Tahun Sidang Sidang II (dua) 2025-2026 di desa Nanggarati Hutapadang Kecamatan Arse Kabupaten Tapanuli Selatan.
Dalam dialog yang berlangsung di setiap desa, masyarakat menyampaikan berbagai aspirasi, di antaranya:
Permohonan pembangunan dan perbaikan jalan, termasuk ruas Bunga Bondar–Arse
Perbaikan drainase sepanjang kurang lebih 200 meter
Perbaikan dek sungai yang longsor serta penanganan tanah longsor
Pembangunan dan rehabilitasi masjid, termasuk Masjid Nurul Yakin Kampung Lalang Bawah
Permohonan bantuan sumur bor
Pembangunan dan perbaikan irigasi persawahan menjelang musim tanam
Percepatan distribusi pupuk subsidi serta harapan penurunan harga pupuk dan kebutuhan pokok
Permohonan bantuan UMKM dan mobiler PAUD
Penyelesaian sengketa lahan hutan ulayat yang telah beralih fungsi menjadi bank tanah
Selain itu, warga juga menanyakan persoalan kepesertaan BPJS Kesehatan, termasuk mekanisme pengaktifan kembali kartu yang tidak aktif dan model kepesertaan dalam satu keluarga.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Utara (PROV.SUMUT) dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muniruddin Ritonga S.H.I., M.Ag melaksanakan Kegiatan Reses II (dua) Tahun Sidang Sidang II (dua) 2025-2026 di desa Natambang Roccitan Kecamatan Arse Kabupaten Tapanuli Selatan.
Tekankan Silaturahmi dan Peran Keluarga
Dalam sambutannya di Desa Natambang Roccitan, Munir yang juga dikenal sebagai aktivis perlindungan anak menyampaikan pentingnya peran orang tua dalam mendampingi anak di era digital. Ia mengingatkan agar penggunaan telepon genggam tidak menggantikan interaksi dan perhatian terhadap anak.
“Ketergantungan terhadap handphone dapat membuat anak sulit membuka diri terhadap lingkungan dan menjadi pribadi yang individualis,” ujarnya.
Munir menegaskan bahwa pertemuan reses bukan sekadar agenda formal, melainkan awal dari silaturahmi berkelanjutan dengan masyarakat.
“Saya berharap bapak dan ibu tidak sungkan menyampaikan aspirasi. Ini bukan pertemuan terakhir, tetapi awal dari kerja bersama untuk kemajuan desa,” katanya.
Ia menutup seluruh rangkaian kegiatan dengan ucapan terima kasih atas kehadiran masyarakat serta permohonan maaf lahir dan batin menjelang bulan suci Ramadan.
Aaspirasi yang dihimpun selama reses, lanjut Munir, akan dibawa dan diperjuangkan dalam forum resmi DPRD Sumut sesuai dengan kewenangan pemerintah provinsi. (erniyati)
Komentar
Posting Komentar