SMKN 10 Medan Peringati Isra Mikraj: Kepsek Ibu Rafiah S.Pd, M.Si: Menumbuhkan Disiplin dan Karakter Religius Siswa

Mengupload: 2412883 dari 2412883 byte diupload.

Kepala SMK Negeri 10 Medan, Ibu Rafiah S.Pd, M.Si.

MEDAN (Kilasberita65):  SMK Negeri 10 Medan memperingati Isra Mikraj 1447 H sekaligus menyambut bulan Ramadhan 1447 H dengan penuh khidmat. Kegiatan digelar yang pertama kai di Masjid Al Jihad, Jalan Abdullah Lubis, Rabu (4/2), itu diikuti oleh seluruh siswa, guru, tenaga kependidikan, serta jajaran kepala sekolah.

Kepala SMK Negeri 10 Medan, Ibu Rafiah S.Pd, M.Si, menyampaikan bahwa peringatan Isra Mikraj bukan sekadar kegiatan seremonial. Acara ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan keimanan, ketakwaan, sekaligus meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari.

“Selain meningkatkan keimanan, peringatan Isra Mikraj mengajarkan nilai disiplin melalui perintah shalat lima waktu, yang menjadi fondasi pembentukan karakter jujur, bertanggung jawab, dan berakhlak mulia,” ujar Ibu Rafiah. 

Ia juga mengajak seluruh siswa dan warga sekolah memanfaatkan bulan Ramadhan sebagai waktu terbaik untuk memperbaiki diri, meningkatkan kedisiplinan, serta menumbuhkan sikap saling menghormati dan peduli terhadap sesama.

Acara bertemakan Menjadikan Rasulallah SAW Sebagai Teladan Dalam Kehidupan ini, menghadirkan Ustad Kak Andai Alang sebagai penceramah. 


Kak Andai Alang 

Dalam tausiyahnya, Ustad Andai menekankan pentingnya keterikatan dengan shalat sebagaimana makna yang terkandung dari perjalanan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW. Ia memaparkan sejarah hidup Nabi Muhammad dari lahir di Mekah pada 570 Masehi, masa kecil yang penuh tantangan, hingga menerima wahyu pertama di Gua Hira pada usia 40 tahun.

Lebih lanjut, Ustad Andai menjelaskan bahwa Nabi Muhammad berhasil mengubah masyarakat Arab dari penyembahan berhala menjadi komunitas yang beriman kepada Allah SWT. Beliau mencontohkan perjuangan Nabi melalui berbagai pertempuran penting, seperti Pertempuran Badar, Uhud, dan Perang Khandaq, hingga penaklukan Mekah pada tahun 630 M yang membawa perubahan besar bagi umat Islam.

Pada tahun 630 M, Muhammad memimpin penaklukan Mekah. Dengan kekuatan yang cukup besar, beliau berhasil merebut kota suci tanpa banyak pertumpahan darah.

Dalam momen bersejarah ini, Muhammad membersihkan Ka'bah dari berhala dan mengembalikan tempat suci tersebut kepada ibadah monoteisme. Tindakan ini menandai kemenangan besar bagi umat Islam dan menjadikan Mekah sebagai pusat ibadah bagi mereka.



Puncak perjalanan mikraj Nabi Muhammad SAW adalah Sidratul Muntaha. Di tempat inilah beliau menerima perintah shalat sebanyak lima puluh kali dalam sehari semalam bagi umatnya. Dalam perjalanan turun, Nabi bertemu dengan Nabi Musa yang menyarankan agar beliau kembali memohon keringanan, karena umat Nabi Muhammad tidak akan sanggup melaksanakan kewajiban sebanyak itu

Kegiatan peringatan Isra Mikraj ini diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan saritilawah oleh siswa SMKN 10 Medan, dilanjutkan sambutan kepala sekolah, ceramah penceramah, doa bersama, dan penutup. Semua rangkaian acara berlangsung khidmat, tertib, dan penuh nuansa religius.

Sebagai pembawa acara, Raincy Maida Silaban dan Ranti Ananda Fithriyyah dari kelas 10 DPB1 memandu jalannya kegiatan dengan lancar. Ibu Rafiah berharap melalui kegiatan keagamaan seperti ini, siswa SMKN 10 Medan tidak hanya unggul dalam bidang akademik dan keterampilan, tetapi juga memiliki kepribadian yang kuat dan berlandaskan nilai moral serta spiritual.

Pengumuman dan penyerahan hadiah bagi para juara menjadi salah satu puncak acara. Lomba yang digelar antara lain Tafiz Quran, tilawah, lomba tahfis, mtq, dan vokal grup dan berbagai lomba keagamaan lainnya. Para pemenang menerima penghargaan dari kepala sekolah dan disambut meriah oleh seluruh peserta.



Acara semakin semarak dengan penampilan sholawat oleh siswa-siswi SMKN 10 Medan. Tidak hanya itu, kegiatan ini juga dimeriahkan dengan sesi tanya jawab interaktif bersama Ustad Kak Andai Alang, yang memberikan kesempatan bagi siswa untuk bertanya seputar praktik ibadah, sejarah Nabi Muhammad SAW, dan nilai-nilai moral yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Selain meningkatkan keimanan, kegiatan ini juga menjadi sarana pembinaan karakter bagi siswa. Melalui pengajaran sejarah Nabi Muhammad SAW, penekanan pentingnya shalat, lomba-lomba keagamaan, penampilan sholawat, dan interaksi dengan ustad, siswa diharapkan mampu meneladani akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat luas.

Acara ditutup dengan doa bersama, sebagai bentuk ikhtiar memohon keberkahan dan kelancaran dalam menjalani ibadah di bulan suci Ramadhan. Kepala sekolah menegaskan harapannya agar kegiatan keagamaan seperti ini terus berlanjut, menjadi bagian dari pembinaan karakter, spiritual, dan moral siswa, sehingga mereka tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga unggul dalam kepribadian dan akhlak mulia. (erniyati)

Komentar