Semangat Kartini Menggema di Kampus, FIB USU Gelar Parade Puisi Akademisi Perempuan



















Ketua Satupena Sumut, Dr. Shafwan Hadi Umry (kanan) berfoto bersama 
Dekan FIB USU, Prof. Thyrhaya Zein, M.A. usai acara Parade Baca Puisi Profesor & Doktor Perempuan Sumatra Utara”, Senin (20/4). Kilasberita65

MEDAN – Suasana peringatan Hari Kartini di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara terasa berbeda. Puluhan akademisi perempuan tampil membacakan puisi dalam sebuah parade sastra yang tidak hanya sarat makna, tetapi juga menjadi ruang ekspresi intelektual dan emansipasi perempuan di Sumatera Utara, Senin, 20 April 2026.

Kegiatan bertajuk “Parade Baca Puisi Profesor & Doktor Perempuan Sumatra Utara” ini menjadi bagian dari penghormatan terhadap jasa Raden Ajeng Kartini (1879–1904) sebagai pelopor kebangkitan perempuan Indonesia.

Acara dibuka secara resmi oleh Dekan FIB USU, Prof. Thyrhaya Zein, M.A. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa parade puisi ini merupakan bentuk apresiasi nyata terhadap intelektualitas serta semangat emansipasi perempuan di Sumatera Utara.

“Kehadiran para profesor dan doktor perempuan sebagai pembaca puisi membuktikan bahwa semangat Kartini tetap hidup dan berdenyut di dunia akademik serta literasi modern,” ujarnya.

Ketua Satupena Sumut, Dr. Shafwan Hadi Umry, turut mengapresiasi kolaborasi strategis antara FIB USU dan Satupena Sumut. Ia menilai sinergi ini penting dalam memperkuat peran literasi dalam membangun karakter bangsa.

Selebrasi Sastra dan Intelektualitas

Acara yang kental nuansa budaya ini menghadirkan sejumlah akademisi perempuan sebagai pembaca puisi, di antaranya Prof. T. Silvana Sinar, M.A., Ph.D., Prof. Dr. Emmy Erwina, M.Hum., serta Prof. Dr. Rizana Mulyani, bersama tokoh perempuan inspiratif lainnya di Sumatera Utara.

Suasana semakin syahdu dengan penampilan “Pagelaran Puisi Senandung” oleh sastrawan nasional Sulaiman Sambas yang diundang khusus dalam momentum tersebut.

Kegiatan ini juga mendapat antusiasme tinggi dari mahasiswa dan pegiat literasi yang hadir, terlihat dari interaksi aktif serta apresiasi hangat terhadap setiap penampilan puisi yang dibawakan. Momen ini sekaligus menjadi ruang dialog lintas generasi antara akademisi senior dan generasi muda dalam memaknai peran perempuan di era modern.

Selain itu, parade puisi ini dinilai mampu memperkuat posisi kampus sebagai ruang terbuka bagi pengembangan seni dan budaya. Melalui pendekatan sastra, nilai-nilai perjuangan Kartini disampaikan dengan cara yang lebih reflektif dan menyentuh, sehingga relevan dengan dinamika sosial saat ini.

Sinergi dan Transformasi Budaya

Selain pembacaan puisi, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penandatanganan piagam kerja sama antara FIB USU dan Satupena Sumut guna memperkuat ekosistem literasi dan kebudayaan di lingkungan kampus.

Sebagai bentuk apresiasi, panitia menyerahkan piagam penghargaan serta buku kepada Dekan FPBS UNPRI, Dr. Dian Syahfitri, atas dukungan dan partisipasinya dalam kegiatan tersebut.

Kegiatan ini sejalan dengan visi Transformation Towards the Ultimate Universitas Sumatera Utara serta mendukung gerakan Diktisaintek Berdampak. Momentum Hari Kartini pun dimaknai sebagai pengingat bahwa pendidikan dan keberanian adalah fondasi utama kemajuan bangsa.(erniyati).

Komentar