Medan (Kilasberita) – Lembaga Pemantau Pemerintahan dan Pemilu Sumatera Utara (LP3SU) memberikan apresiasi tinggi terhadap terobosan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui program Gebyar Pajak Sumut 2026. Program ini dinilai sebagai langkah progresif dalam memotivasi masyarakat untuk taat pajak sekaligus memperkuat struktur Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Ketua LP3SU, Salfimi Umar, pada Kamis (7/5) menyatakan dukungannya terhadap inisiatif ini. Menurutnya, Gebyar Pajak merupakan bentuk penghargaan nyata dari pemerintah kepada wajib pajak yang telah berkontribusi bagi pembangunan daerah.
"Kami mengapresiasi keberanian Pemprov Sumut dalam mengemas kewajiban pajak menjadi sesuatu yang menarik bagi masyarakat. Ini adalah edukasi publik yang kreatif," ujar Salfimi Umar di Medan.
Program yang dilaksanakan oleh pemenang lelang PT Swara Lentara dengan nilai kontrak Rp27,81 Miliar ini, dirancang untuk menyentuh seluruh lapisan masyarakat. Anggaran tersebut dialokasikan secara transparan untuk pengadaan hadiah-hadiah bergengsi seperti mobil, paket umroh, dan berbagai hadiah menarik lainnya sebagai insentif kepatuhan.
Efektivitas dan Dampak Positif
Meski anggaran yang dikucurkan mencapai Rp28 Miliar, hasil di lapangan menunjukkan tren yang sangat positif. Data terbaru menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) yang mencapai 30% hanya dalam satu bulan sejak program diluncurkan.
Menanggapi hal tersebut, Pengamat Anggaran dan Kebijakan Publik menekankan bahwa dalam pengelolaan APBD, setiap rupiah memang harus relevan dengan target. Gebyar Pajak 2026 dianggap telah memenuhi unsur tersebut melalui outcome yang nyata.
"Pendekatan undian berhadiah seperti mobil dan umroh memang lazim di sektor profesional untuk menarik antusiasme. Jika ini mampu menekan angka tunggakan pajak secara masif, maka investasi anggaran sebesar Rp28 Miliar ini menjadi sangat produktif bagi peningkatan PAD Sumatera Utara," ungkap Elfanda dalam perspektif positif mengenai pencapaian target.
Sistem dan Layanan Tetap Utama
Salfimi Umar menambahkan bahwa kemeriahan acara yang direncanakan mampu menampung hingga 3.000 orang ini harus dijadikan momentum untuk menunjukkan bahwa pelayanan pajak kini semakin modern dan akuntabel.
"Kita berharap semangat Gebyar Pajak ini linier dengan perbaikan sistem layanan di Samsat. Dengan partisipasi masyarakat yang tinggi, kita optimis anggaran pembangunan untuk infrastruktur dan penanganan pascabencana di Sumut akan semakin kuat berkat kepatuhan pajak yang meningkat," tutup Salfimi.
Melalui sinergi antara insentif hadiah dan kesadaran warga, Gebyar Pajak Sumut 2026 diharapkan menjadi standar baru dalam pengelolaan pajak daerah yang partisipatif dan menggembirakan bagi rakyat. (tim)
Komentar
Posting Komentar