MEDAN – Di tengah dinamika industri perkebunan yang semakin kompetitif, PTPN IV Regional 2 memperkuat kemampuan kepemimpinan para pejabat struktural melalui pelatihan Project Management yang digelar bersama PPM Management di Kota Medan.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari itu diikuti puluhan pejabat perusahaan, mulai dari Kepala Bagian, General Manager, hingga Manajer dari berbagai unit kerja di lingkungan PTPN IV Regional 2.
Plt Kepala Bagian Sekretariat dan Hukum PTPN IV Regional 2, Hwin Dwi Putera, mengatakan pengembangan kompetensi pimpinan merupakan investasi penting untuk menjaga keberlanjutan perusahaan di tengah perubahan lingkungan bisnis yang berlangsung cepat.
“Harapan kami, seluruh peserta dapat menerjemahkan materi yang diperoleh menjadi langkah-langkah nyata dalam pekerjaan sehari-hari. Kemampuan menyusun perencanaan yang baik, mengelola sumber daya secara efektif, dan mengantisipasi berbagai risiko,” ujarnya.
Hwin menilai tantangan yang dihadapi sektor perkebunan saat ini tidak hanya berkaitan dengan peningkatan produksi, tetapi juga kemampuan perusahaan dalam menjalankan berbagai program strategis secara tepat waktu dan sesuai target.
Menurutnya, setiap pimpinan dituntut memiliki kemampuan koordinasi yang baik agar berbagai program yang melibatkan banyak unit kerja dapat berjalan selaras dan menghasilkan dampak positif bagi perusahaan.
Karena itu, pelatihan manajemen proyek menjadi salah satu langkah konkret yang dilakukan perusahaan untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan sekaligus meningkatkan efektivitas pelaksanaan program kerja di seluruh lini organisasi.
Menurut Hwin, berbagai program strategis perusahaan saat ini membutuhkan koordinasi lintas fungsi yang kuat serta kemampuan pengambilan keputusan yang lebih baik dari para pimpinan.
Karena itu, pemahaman mengenai manajemen proyek dinilai menjadi kompetensi yang relevan bagi seluruh level kepemimpinan, terutama dalam aspek perencanaan, pengendalian, dan mitigasi risiko.
Selama pelatihan, peserta memperoleh pembelajaran mengenai penyusunan project scope, pengelolaan biaya proyek, metode penjadwalan kegiatan, hingga strategi mitigasi risiko. Materi disampaikan melalui pendekatan interaktif yang mengombinasikan teori dan studi kasus lapangan.
Region Head PTPN IV Regional 2, Budi Susanto, menegaskan bahwa kemampuan mengelola proyek menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan berbagai program perusahaan.
“Ketika perencanaan dilakukan secara sistematis dan risiko dapat dipetakan sejak awal, maka peluang keberhasilan pelaksanaan program akan semakin besar,” katanya.
Selain itu, peserta juga mengikuti evaluasi melalui pre-test dan post-test untuk mengukur tingkat pemahaman terhadap materi yang diberikan selama pelatihan berlangsung.
Metode tersebut diterapkan agar peserta tidak hanya memahami konsep dasar manajemen proyek, tetapi juga mampu mengaplikasikannya dalam penyusunan dan pelaksanaan program kerja di unit masing-masing.
Melalui program tersebut, peserta diharapkan mampu memahami siklus proyek secara menyeluruh, menyusun rencana kerja yang terukur, mengelola sumber daya secara efektif, serta mengendalikan risiko yang berpotensi menghambat pencapaian target perusahaan.
“Pada akhirnya, peningkatan kompetensi para pimpinan akan bermuara pada peningkatan kinerja perusahaan secara keseluruhan,” tutup Hwin. (Erni)
Komentar
Posting Komentar