HANCUR... SEHANCUR-HANCURNYA NEGRI INI
Rakyat menjerit. Rakyat merana. Kepada siapa lagi rakyat harus mengadu?
Sudah miskin, hidup susah, masih diperas dan dipersulit. Mental sebagian anak bangsa seakan telah berubah menjadi mental penjajah: menekan, memeras, dan menyusahkan rakyat serta bangsanya sendiri.
Kejahatan merajalela. Narkoba, judi, begal menghantui. Harga kebutuhan pokok melambung tinggi. Pengangguran bertambah. Kemiskinan meningkat. Kesulitan hidup terasa di mana-mana.
Rakyat dipecah belah hingga berkeping-keping.
Sementara mereka yang berkuasa, mereka yang memiliki harta dan takhta, berjaya dalam kemewahan dan kekuasaan. Dada dibusungkan. Dunia seakan milik mereka, lengkap dengan segala kenikmatannya.
Lalu, sampai kapan rakyat hanya menjerit?
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.”
Jika ingin perubahan, rakyat harus sadar. Bangkit. Bersatu. Dan berani memperbaiki nasib bangsanya.








Komentar
Posting Komentar