Imigrasi Medan Bersama Polda Sumut Bongkar Jaringan Sindikat Cyber Crime "Love Scamming" Lintas Negara


Imigrasi Medan Bersama Polda Sumut Bongkar Jaringan Sindikat Cyber Crime "Love Scamming" Lintas Negara


MEDAN – (Media Kilasberita.com) Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Tritura Sumatera Utara, Idris Johansyah, pada Selasa (7/7) memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Medan dan jajaran Polda Sumut yang bergerak cepat membongkar jaringan sindikat kejahatan siber internasional berbasis love scamming. Langkah taktis penegakan hukum ini dinilai berhasil menyelamatkan kedaulatan digital dan keamanan wilayah dari ancaman kejahatan terorganisir lintas negara. Operasi gabungan berskala besar di wilayah hukum Kota Medan ini sukses mengamankan sedikitnya 38 orang pelaku yang terlibat dalam jaringan penipuan daring tersebut.

Dari total 38 pelaku yang diringkus oleh petugas gabungan di lapangan, 31 orang di antaranya diketahui merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) yang berperan sebagai operator teknis. Sementara itu, 7 orang lainnya merupakan Warga Negara Asing (WNA) yang berasal dari negara China dan Vietnam. Para WNA ini diduga kuat bertindak sebagai aktor intelektual, pengatur strategi operasional, sekaligus penampung dana hasil penipuan yang dialirkan ke luar negeri menggunakan aset kripto dan rekening samaran.

Kepala Kantor Imigrasi Medan, Uray Avian, menegaskan bahwa ketujuh warga negara asing tersebut saat ini telah ditahan di ruang detensi keimigrasian Kantor Imigrasi Medan untuk menjalani pemeriksaan intensif. Berdasarkan dokumen keimigrasian yang diperiksa, para WNA tersebut terbukti menyalahgunakan izin tinggal kunjungan untuk melakukan aktivitas kriminal. Pihak Imigrasi Medan memastikan akan segera menjatuhkan Tindakan Administratif Keimigrasian berupa deportasi paksa dan mengusulkan penangkalan masuk ke wilayah Indonesia selama 10 tahun ke depan.

Menurut Idris Johansyah, keberadaan sindikat kejahatan internasional seperti ini sangat merusak citra iklim investasi dan keamanan digital di Kota Medan. Keberhasilan intelijen keimigrasian dalam mendeteksi pergerakan orang asing yang mencurigakan di rumah-rumah kontrakan dan apartemen mewah membuktikan bahwa pengawasan administratif tidak kendor. LSM Tritura berharap operasi preventif seperti ini terus ditingkatkan secara berkala.

Sebagai penutup, Idris mengimbau kepada masyarakat luas untuk ikut serta proaktif melaporkan setiap aktivitas warga asing yang mencurigakan di lingkungan tempat tinggal mereka. Kerja sama antara aparat penegak hukum dan elemen masyarakat sipil dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga kedaulatan negara. LSM Tritura menyatakan siap mengawal seluruh proses hukum dan deportasi ketujuh WNA tersebut hingga tuntas kembali ke negara asalnya

Komentar