Alqian Adri
MEDAN (Kilasberita65): Isu dugaan pungutan liar (pungli) yang beredar terkait SMAN 5 Binjai dibantah pihak sekolah. Sekolah menegaskan, pengelolaan biaya dan keuangan telah dibahas melalui musyawarah bersama kepala sekolah, guru dan orang tua murid.
Alqian Adri, siswa SMAN 5 Binjai, menyampaikan bahwa informasi mengenai dugaan pungutan liar tersebut merupakan hoaks dan tidak sesuai dengan kondisi yang terjadi di sekolah.
Sementara itu, Rian Sapta Yudha Mardjono menjelaskan, persoalan biaya sekolah sebelumnya telah dibicarakan melalui mekanisme musyawarah yang melibatkan pihak sekolah, para guru dan orang tua siswa.
Menurutnya, dana yang dikumpulkan digunakan untuk kepentingan bersama, antara lain membiayai petugas kebersihan guna menjaga lingkungan sekolah tetap nyaman, sehat, bersih dan indah.
Rian juga menyebut SMAN 5 Binjai mengalami berbagai perubahan dan kemajuan di bawah kepemimpinan kepala sekolah saat ini. Salah satunya terlihat dari pembenahan sarana dan prasarana sekolah, termasuk lapangan olahraga yang telah dirawat dan dicat sehingga terlihat lebih rapi.
Selain itu, pihak sekolah saat ini aktif melakukan pembangunan dan renovasi sejumlah fasilitas. Pekerjaan tersebut mencakup laboratorium, ruang kelas baru, kantin, masjid sekolah serta penambahan kamar mandi.
Pihak sekolah berharap warga sekolah dan masyarakat tidak mudah terpengaruh informasi yang belum sesuai dengan fakta. Sekolah juga mengajak seluruh warga sekolah bersama-sama menjaga suasana yang kondusif, saling mendukung serta mengawal berbagai perkembangan positif di SMAN 5 Binjai.
Pihak sekolah menegaskan, setiap informasi mengenai pengelolaan dana maupun pembangunan fasilitas sebaiknya disampaikan melalui mekanisme komunikasi yang jelas agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat. (tim)
Komentar
Posting Komentar