MEDAN – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sumatera Utara menjadikan Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-50 sebagai wadah untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang konsep Ekonomi Biru, sebuah pendekatan pembangunan sektor kelautan yang mengedepankan pemanfaatan sumber daya laut secara berkelanjutan tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan.
Melalui stan pameran yang disediakan di arena PRSU, DKP Sumut menyosialisasikan berbagai program strategis yang mendukung implementasi Ekonomi Biru. Petugas stan DKP Sumut, Reza, didampingi Hega, menjelaskan bahwa konsep tersebut bertujuan menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan masyarakat pesisir, dan perlindungan ekosistem laut.
Menurut Reza, salah satu program prioritas yang terus diperkuat adalah perluasan kawasan konservasi laut. Langkah ini dilakukan untuk melindungi keanekaragaman hayati, menjaga ekosistem pesisir, serta memastikan sumber daya perikanan tetap lestari bagi generasi mendatang.
Di bidang perikanan tangkap, DKP Sumut juga mendorong penerapan sistem penangkapan ikan secara terukur. Kebijakan tersebut diharapkan mampu menjaga ketersediaan stok ikan sekaligus memberikan kepastian usaha bagi nelayan agar aktivitas penangkapan tetap berlangsung secara berkelanjutan.
Sementara pada sektor budidaya, pemerintah terus mengembangkan sistem perikanan yang ramah lingkungan dengan mengutamakan keseimbangan ekosistem. Pendekatan tersebut diyakini mampu meningkatkan produktivitas tanpa mengurangi kualitas lingkungan perairan.
Selain itu, pengawasan terhadap kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil terus diperkuat guna mencegah kerusakan lingkungan, mengendalikan pemanfaatan ruang laut, serta memastikan setiap aktivitas di wilayah pesisir berjalan sesuai ketentuan.
DKP Sumut juga mengampanyekan gerakan pengurangan sampah plastik di laut sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan ekosistem perairan. Edukasi ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan dampak pencemaran terhadap kehidupan biota laut.
Menurut DKP Sumut, Sumatera Utara memiliki potensi kelautan yang besar, mulai dari perikanan tangkap, budidaya, pariwisata bahari hingga berbagai usaha ekonomi berbasis sumber daya pesisir yang dapat terus dikembangkan.
Melalui penerapan konsep Ekonomi Biru, potensi tersebut diharapkan menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus menjaga kelestarian sumber daya laut agar tetap memberikan manfaat secara berkelanjutan.
Partisipasi DKP Sumut dalam PRSU ke-50 juga menjadi momentum untuk mempererat kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat dalam mewujudkan pengelolaan sektor kelautan yang produktif, berdaya saing, dan berkelanjutan. Tim
Komentar
Posting Komentar