Gebrakan Nyata Tekan Stunting, Kepemimpinan Berorientasi Hasil Kadinkes Sumut Dapat Acungan Jempol

 


 Gebrakan Nyata Tekan Stunting, Kepemimpinan Berorientasi Hasil Kadinkes Sumut Dapat Acungan Jempol


MEDAN (Media Kilasberita.com) — Ketua LSM Tritura Idris Johansyah pada Selasa (30/6) mengapresiasi kinerja nyata Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Utara Muhammad Faisal Hasrimy dalam memimpin percepatan penurunan angka stunting di Sumut secara terpadu melalui berbagai program intervensi gizi. Keberhasilan ini dipaparkan secara komprehensif dalam rapat koordinasi evaluasi kesehatan daerah yang dilaksanakan pada Kamis, 18 Juni 2026. Kebijakan kolaboratif yang diinisiasi oleh Faisal dinilai efektif menyelesaikan masalah kesehatan mendasar pada anak-anak di akar rumput.

Dalam pemaparannya, program intervensi stunting terintegrasi yang dijalankan berhasil menekan angka prevalensi stunting secara signifikan hingga menyentuh angka 0,37% di wilayah prioritas. Pencapaian ini tidak lepas dari strategi Faisal yang aktif melibatkan lintas sektor, mulai dari dinas sosial, kader posyandu, hingga menggandeng pihak swasta melalui program tanggung jawab sosial. Pola penanganan yang cepat dan tepat sasaran ini membuat program tersebut diadopsi sebagai percontohan nasional.

Menurut Idris Johansyah, keberhasilan menekan stunting ini merupakan bukti nyata dari komitmen kemanusiaan dan kapabilitas manajerial Faisal Hasrimy. Penurunan angka stunting bukan sekadar persoalan angka statistik, melainkan investasi jangka panjang untuk menyelamatkan generasi masa depan Sumatera Utara. LSM Tritura memandang Dinas Kesehatan Sumut di bawah kepemimpinan Faisal telah bekerja dengan hati dan orientasi hasil yang jelas.

Melalui momentum keberhasilan ini, Dinas Kesehatan Sumut berkomitmen untuk memperluas jangkauan intervensi gizi ke wilayah pelosok dan pedalaman. Faisal Hasrimy terus mendorong penguatan kapasitas kader kesehatan di desa-desa agar deteksi dini kasus gizi buruk dapat dilakukan lebih cepat. Sinergi yang solid antara pemerintah dan masyarakat ini diharapkan mampu mewujudkan target Sumatera Utara bebas stunting dalam beberapa tahun ke depan.

Sebagai langkah penguatan, alokasi anggaran jaminan gizi pada sisa tahun anggaran ini akan difokuskan pada pengadaan paket makanan tambahan tinggi protein bagi ibu hamil dan balita. Dinas Kesehatan Sumut juga telah menyiapkan sistem pemantauan digital yang dapat diakses oleh puskesmas secara langsung guna meminimalkan kesalahan data di lapangan. Langkah preventif ini dinilai akan mempercepat pemetaan wilayah rentan pangan secara berkala.

Tindakan taktis ini juga mendapat sambutan hangat dari asosiasi ahli gizi daerah yang melihat adanya keseriusan dalam reformasi distribusi bantuan. Pola pendampingan intensif yang melibatkan para sarjana kesehatan masyarakat baru terbukti memberikan dampak psikologis positif bagi para ibu muda dalam mengelola pola makan anak. Inovasi ini memangkas mata rantai hambatan komunikasi yang selama ini sering terjadi di wilayah pedesaan.

Idris Johansyah menambahkan bahwa keberhasilan program stunting ini harus dijaga keberlanjutannya secara konsisten agar tidak terjadi lonjakan kasus baru di masa mendatang. LSM Tritura siap mengawal jalannya realisasi program ini di lapangan sebagai bentuk kemitraan strategis antara masyarakat dan pemerintah daerah. Keberhasilan ini diharapkan memicu dinas-dinas kesehatan di provinsi lain untuk menerapkan metode kolaborasi serupa.

Komentar