Diduga Ada Pembiaran terhadap SPPG Nonstandar di Stabat. Aktivis minta BGN panggil Korwil dan Kareg dugaan kongkalikong dengan Mitra Dapur

Langkat — Aneh, salah satu  Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, diduga tak penuhi standar kelayakan namun tetap beroperasi. 

"Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa ada SPPG di Kwala Bingai 3 sempat tidak memperoleh rekomendasi kelayakan saat proses survei dan verifikasi yang dilakukan oleh tim SPPI Kecamatan  Stabat," Ujar Reza Ardianto (foto) Salah seorang Aktivis Sumatera Utara Senin, (17/8/26) 

Padahal menurut Reza sebelumnya ada Kunjungan/Sidak Dapur yang dilakukan Tim BGN di Kecamatan Stabat pada Rabu, (12/8/26) kemarin. Salah satunya yang turut diduga Dapur yang dinakhodai MAZ yang hingga kini masih beroperasi yang diduga kuat jauh dari kata standar ataupun layak secara peraturan yang ada.

"Jika memang survei sebelumnya akuntabel, pasti Dapur yang didaerah Bingai 3  Kecamatan Stabat ada temuan dalam hal hal teknis atau yang belum memenuhi standar kelayakan," beber Reza. 

Namun anehnya, SPPG Langkat Stabat Kwala Bingai 3 dengan ID SPPG : MNLJLH15 ini dinyatakan layak setelah dilakukan survei ulang oleh SPPI dari luar wilayah Kecamatan Stabat atas wewenang Kareg dan Korwil. 

Menurut Aktivis Kondisi inilah yang kemudian memunculkan dugaan adanya campur tangan pihak tertentu dalam proses penilaian.

Kepala Regional (Kareg) Sumatera Utara dan Koordinator Wilayah (Korwil) Langkat turut terlibat saat survei dalam informasi yang beredar. Meski demikian, dugaan tersebut masih perlu diklarifikasi secara terbuka agar tidak berkembang menjadi spekulasi.

Persoalan ini dinilai perlu mendapat perhatian serius dari Badan Gizi Nasional (BGN) dan Tim Pemantauan dan Pengawasan (Tauwas). Pengawasan dinilai tidak cukup hanya melalui pemeriksaan administrasi, tetapi juga harus disertai peninjauan langsung terhadap kondisi dapur, fasilitas, kebersihan, proses pengolahan makanan, hingga penerapan standar operasional.

Tak sampai disitu. Ada isu bahwa kondisi Dapur Langkat Stabat Kwala Bingai 3 juga disebut punya bekingan kuat yang sempat disampaikan oleh salah seorang relawan. Tim

"Dapur kami punya backingan orang besar. Walaupun kondisinya seperti ini, kami tetap beroperasi," ujar seorang relawan dengan nada cetus.

Pernyataan tersebut menjadi salah satu informasi yang dinilai layak untuk ditelusuri lebih lanjut. Apalagi, dugaan keterlibatan sejumlah pihak dalam melindungi operasional SPPG itu terus menjadi perbincangan.

Jika dugaan tersebut terbukti, langkah itu dinilai dapat mencederai upaya BGN yang belakangan gencar melakukan evaluasi dan penataan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Publik kini menunggu langkah konkret BGN dan Tauwas untuk memastikan apakah SPPG yang dipersoalkan benar-benar telah memenuhi standar atau justru terdapat pelanggaran yang belum ditindaklanjuti. (Tim)

Komentar