Delapan puluh satu tahun yang lalu, para pendiri bangsa telah menorehkan tinta emas kemerdekaan di atas pengorbanan darah dan air mata.
Peringatan hari ini adalah cermin bagi kita untuk berefleksi, sejauh mana kita telah menjaga amanah dan cita-cita luhur mereka untuk memakmurkan bumi pertiwi.Perjuangan belum usai, bentuknya saja yang telah berubah menjadi perang melawan kemiskinan, kebodohan, dan ketertinggalan.
Mari kita warisi mentalitas petarung para pahlawan, tetap tangguh menghadapi krisis, dan terus melangkah serentak dengan satu tujuan: Indonesia yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian.
Komentar
Posting Komentar