MEDAN: Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution mendorong enam badan usaha milik daerah (BUMD) Sumut memperkuat kolaborasi untuk meningkatkan kinerja, pelayanan kepada masyarakat, dan kontribusi terhadap pembangunan daerah.
Dorongan tersebut disampaikan Bobby saat melepas sekitar 4.000 peserta Fun Walk BUMD Sumut: “Satu Langkah, Satu Kolaborasi di halaman Kantor PT Bank Sumut, Jalan Imam Bonjol, Medan, Sabtu (22/8/2026).
Bobby mengatakan, BUMD memiliki tanggung jawab lebih luas dibandingkan unit pelaksana teknis (UPT). Selain menjalankan fungsi pelayanan publik, BUMD juga dituntut memiliki orientasi korporasi agar mampu berkembang dan memberikan kontribusi bagi daerah.
"BUMD itu lebih dari UPT. Kalau UPT, pengembangannya sesuai tugas. Kalau BUMD, selain menjalankan tugas pelayanan, juga harus mengarah kepada korporasi,” kata Bobby.
Ia meminta seluruh BUMD Sumut meningkatkan kinerja, baik dari sisi kesehatan perusahaan, kualitas pelayanan maupun kontribusi kepada pemerintah daerah.
Secara khusus, Bobby meminta PT Bank Sumut meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat sekaligus memperkuat pengembangan karier dan kinerja internal perusahaan.
“Kami akan support PT Bank Sumut. Jenjang karier, target, dan kinerja harus terus ditingkatkan. Target kita, pada akhir 2027 Bank Sumut bisa naik kelas,” ujarnya.
Bobby juga menyoroti sejumlah BUMD yang dinilai belum optimal menjalankan fungsi dan memberikan pelayanan kepada masyarakat. Ia memberikan batas waktu hingga 2027 agar seluruh BUMD melakukan pembenahan dan meningkatkan kinerja.
“Kalau sampai 2027 pelayanan kepada masyarakat tidak bisa dioptimalkan, tentu harus ada peningkatan. Kalau tidak bisa, kita akan satukan, kita gabungkan dalam holding,” tegasnya.
Menurut Bobby, terdapat BUMD yang memiliki aset besar tetapi tidak didukung kemampuan finansial yang memadai. Sebaliknya, ada BUMD yang memiliki kemampuan keuangan namun tidak memiliki aset besar.
“Contohnya Dirga Surya, pegawainya hanya sekitar lima orang. AIJ juga demikian. Ada BUMD yang asetnya besar tetapi tidak memiliki uang. Sebaliknya, ada yang uangnya banyak tetapi asetnya tidak ada,” katanya.
Karena itu, Bobby menilai kondisi tersebut harus menjadi dasar untuk memperkuat kolaborasi antarbadan usaha milik daerah. Aset, sumber daya manusia dan kemampuan keuangan masing-masing BUMD dinilai dapat dioptimalkan untuk kepentingan masyarakat.
“Kalau bisa disatukan untuk kepentingan masyarakat, tentu akan lebih baik. Kolaborasi ini kita harapkan membawa perbaikan dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat Sumatera Utara,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Utama PD Aneka Industri dan Jasa (AIJ) Sumut, Swangro Lumban Batu, yang mewakili enam direktur BUMD Sumut, mengatakan kegiatan Fun Walk merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Menurut Swangro, kegiatan tersebut berawal dari komunikasi informal antarpimpinan BUMD yang kemudian berkembang menjadi kegiatan bersama.
“Ini lahir dari kopi santai. Dari situ lahirlah Fun Walk dengan kurang lebih 4.000 peserta gabungan enam BUMD di Sumut. Ini bukan seremonial, tetapi kekeluargaan kami sebagai BUMD,” katanya.
Ia berharap kegiatan tersebut menjadi momentum awal untuk memperluas kolaborasi antarbadan usaha milik daerah, tidak hanya melalui kegiatan olahraga, tetapi juga berbagai program bersama.
“Kami berharap kolaborasi ini dapat menjadi garda terdepan dalam membantu kemajuan Sumatera Utara,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut juga dibacakan Deklarasi Komitmen Kolaborasi BUMD Sumut yang memuat komitmen membangun kolaborasi sumber daya serta meningkatkan kontribusi BUMD bagi masyarakat dan pembangunan Provinsi Sumatera Utara. (Erni)
Kegiatan itu turut dihadiri jajaran dewan komisaris dan dewan pengawas BUMD, Pj Sekretaris Daerah Timur Tumanggor, sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov Sumut, serta jajaran direksi dan karyawan BUMD Sumut.
Komentar
Posting Komentar