JABATAN KHAIRUL AZMI DI PEMKO MEDAN MERUPAKAN AMANAH


 Sorotan  Proyek Langkat Jangan Serta-Merta Dikaitkan dengan Khairul Azmi


MEDAN (KilasBerita)  kontributor Media  kilas  berita menghimpun. Sumber sumber  yang   tlah. Memberikan  tanggapan nya  teradap  tuding  atau kritik  kepada  khairul Azmi   yang  Sebelum nya  beliau pernah menjabat di  kab. Langkat.   Menanghapi kritikan    tersebut  Sumber     meminta agar  semua pihak mengedepankan asas praduga tak bersalah terkait sejumlah proyek di lingkungan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUTR) Kabupaten Langkat.

Menurut  Sumber , tudingan adanya dugaan penyimpangan dalam sejumlah proyek harus terlebih dahulu dibuktikan melalui proses pemeriksaan dan audit oleh lembaga berwenang. Jangan sampai persoalan yang masih berupa dugaan kemudian dikaitkan langsung dengan pribadi Khairul Azmi yang kini menjabat sebagai Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDAMBK) Kota Medan.

“Kalau memang ada laporan atau dugaan penyimpangan, silakan disampaikan kepada aparat penegak hukum. Tetapi jangan kemudian seseorang langsung dianggap bersalah sebelum ada hasil pemeriksaan dan bukti hukum yang menyatakan seseorang itu bersalah. demikian,” ujar sumber yang di himpun  kontributor  Media kilas berita.com      Sabtu (8/8).

Sumber  menilai, publik perlu membedakan antara dugaan terhadap suatu kegiatan dengan tanggung jawab hukum seseorang.   Apalagi proyek yang dipersoalkan berkaitan dengan kegiatan pada periode ketika Khairul Azmi menjabat di lingkungan PUTR Kabupaten Langkat.

Menurut  Sumber  jabatan Khairul Azmi di Pemko Medan merupakan amanah baru yang harus dinilai berdasarkan kinerja dan tanggung jawabnya dalam menangani persoalan infrastruktur di Kota Medan.

Khairul Azmi sekarang bekerja untuk Kota Medan. Kinerjanya tentu harus kita lihat dari apa yang dikerjakan di sini, bagaimana menangani persoalan jalan, drainase dan infrastruktur lainnya. Jangan karena ada tudingan terhadap kinerja   beliau   di  masa menjabat  di kab. Langkat.  kemudian seluruh kinerjanya sekarang ikut dinilai negatif,” tegas Sumber 

Sumber menambahkan, pihaknya mendukung langkah aparat penegak hukum apabila memang terdapat laporan yang disertai data dan bukti awal yang cukup. Namun, proses tersebut harus dilakukan secara profesional, transparan dan objektif.

“Kalau ada bukti, silakan diperiksa. Kalau tidak terbukti, jangan dipaksakan. Kita harus sama-sama menjaga agar pemberantasan korupsi berjalan, tetapi hak setiap orang untuk mendapatkan keadilan juga harus dihormati,” ujarnya.

Ia berharap sorotan atau pun kritik  tidak mengganggu pelaksanaan tugas Khairul Azmi dalam membangun dan membenahi infrastruktur Kota Medan.

“Yang paling penting sekarang adalah bekerja. Karena  Masyarakat membutuhkan jalan yang baik, drainase yang berfungsi dan pembangunan yang tepat sasaran. Kita beri kesempatan kepada Khairul Azmi membuktikan kinerjanya di Dinas SDAMBK Kota Medan,” pungkas  Sumber.

Komentar