MEDAN (Kilasberita65): Hujan deras disertai angin kencang yang melanda Kota Medan pada Selasa (18/8/2026) malam memicu insiden pohon tumbang di kawasan Jalan Budi Pembangunan III, Kecamatan Medan Barat.
Sebuah pohon mahoni berukuran besar tumbang dan menimpa kediaman Ketua DPRD Kota Medan, Drs. Wong Chun Sen Tarigan, M.Pd.B., hingga mengakibatkan dua unit kendaraan dinas miliknya mengalami kerusakan parah.
Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 20.00 WIB. Selain berada tepat di depan rumah pimpinan legislatif tersebut, lokasi pohon bertumbangan ini juga menutup akses jalan di depan Kantor Lurah Pulo Brayan Kota.Berdasarkan data yang dihimpun di lokasi, dua unit mobil dinas mewah yang sedang terparkir di halaman rumah dinas menjadi korban runtuhan material pohon.
Kendaraan pertama, sebuah mobil listrik Hyundai Ioniq 5, mengalami kerusakan sangat parah (ringsek) akibat dihantam langsung oleh batang utama pohon.
Sementara itu, satu unit Hyundai Palisade juga mengalami kerusakan signifikan pada bagian bodi belakang akibat tertimpa dahan dan ranting yang patah.
Saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Ketua DPRD Medan Wong Chun Sen Tarigan membenarkan adanya musibah tersebut.
Dirinya menjelaskan bahwa saat kejadian, ia sedang berada di luar kota untuk menuntaskan agenda kunjungan kerja resmi.
"Iya benar, saya mendapat laporan dari petugas keamanan di rumah bahwa ada pohon tumbang yang menimpa mobil dinas. Saat ini saya masih di luar kota untuk tugas kerja. Kejadiannya tadi malam saat Medan diguyur hujan lebat dan angin kencang," ujar Wong Chun Sen, Rabu (19/8/2026).
Politisi partai PDI P ini menambahkan bahwa seluruh bukti dokumentasi kerusakan fisik kendaraan telah dikumpulkan dan segera dilaporkan secara resmi ke pihak Sekretariat DPRD Kota Medan guna proses perbaikan dan pengurusan administratif lebih lanjut.
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini.Di lokasi terpisah, Lurah Pulo Brayan Kota, Rivai Nasution, menjelaskan bahwa pohon mahoni yang tumbang tersebut memang sudah berusia tua dan memiliki tajuk yang terlalu rindang. Beban basah dari daun dan terjangan angin kencang disinyalir menjadi pemicu utama ambruknya akar pohon ke tanah.
Rivai juga mengungkapkan bahwa pihak kelurahan sebenarnya telah mengantisipasi potensi bahaya ini jauh-jauh hari.
"Kami sudah sempat menyurati Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Medan untuk meminta pemangkasan pohon-pohon tua yang rawan di wilayah ini. Namun, sebelum tindakan pemangkasan tersebut sempat terealisasi, cuaca buruk semalam sudah lebih dulu merobohkan pohon tersebut," jelasnya.
Sejak Selasa malam hingga Rabu pagi, petugas lapangan dari pihak kelurahan dibantu warga sekitar terus bersiaga di lokasi untuk membantu evakuasi pemotongan batang pohon yang melintang, sekaligus memastikan kondisi keamanan di sekitar kantor lurah dan pemukiman warga tetap kondusif.
Kasus ini juga menjadi dorongan kuat bagi dinas terkait untuk mempercepat inventarisasi serta pemangkasan massal pohon-pohon tua di sepanjang jalan protokol dan pemukiman di Kota Medan demi mengantisipasi cuaca ekstrem susulan. (Tim)
Komentar
Posting Komentar