DELI SERDANG – Menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sejak dini bukan hanya tentang menghafal ayat demi ayat. Lebih dari itu, pendidikan berbasis Al-Qur’an diharapkan mampu membentuk anak menjadi pribadi yang berakhlak, disiplin dan mandiri.
Semangat tersebut menjadi bagian dari pendidikan yang dikembangkan Pondok Pesantren Tahfidz Al-Qur’an Alfirdausi Alqasimi Assuadi di Komplek Dayasa Prima Indah, Jalan Gardu, Dusun VII, Desa Sei Rotan, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang.
Memasuki Tahun Pelajaran 2026/2027, pesantren di bawah naungan Yayasan Alfirdausi Alqasimi Assuadi ini membuka Penerimaan Santri Baru (PSB) khusus santri putra lulusan MI/SD sederajat maupun MTs/SMP sederajat.
Di pesantren ini, hafalan Al-Qur’an menjadi salah satu program utama. Namun, proses pendidikan tidak berhenti pada kemampuan menghafal. Para santri juga dibimbing memahami nilai-nilai Al-Qur’an dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Kepala Pondok Pesantren Tahfidz Al-Qur’an Alfirdausi Alqasimi Assuadi, Ustadzah Dra. Syamsidar, memimpin pendidikan yang mengintegrasikan tahfiz, pendidikan agama Islam, pembinaan akhlak, kedisiplinan dan kemandirian.
Al-Qur’an Menjadi Bagian dari Keseharian
Pagi di lingkungan pesantren tidak sekadar dimulai dengan aktivitas belajar. Para santri dibiasakan membangun kedekatan dengan Allah SWT melalui rangkaian kegiatan ibadah yang terjadwal.
Shalat Tahajud, zikir dan doa, shalat lima waktu berjamaah, setoran hafalan Al-Qur’an serta murojaah menjadi bagian dari rutinitas.
Kegiatan kemudian berlanjut dengan pembelajaran, termasuk bahasa Arab, kebersihan lingkungan, pembinaan kedisiplinan dan berbagai kegiatan mandiri.
Dengan pola tersebut, santri tidak hanya dituntut mampu menyelesaikan target hafalan, tetapi juga belajar mengatur waktu, menjaga kebersihan, menghargai orang lain serta bertanggung jawab terhadap lingkungan dan kebutuhan pribadi.
Ustadzah Dra. Syamsidar selaku kepala sekolah
Membentuk Hafiz yang Berkarakter
Alfirdausi Alqasimi Assuadi memiliki visi melahirkan generasi Muslim yang mampu menghafal Al-Qur’an sekaligus memahami dan mengamalkan nilai-nilainya.
Karena itu, pembentukan akhlakul karimah menjadi bagian penting dalam pendidikan.
Santri dibiasakan menjaga adab dan sopan santun, menghormati sesama, menjaga suasana yang kondusif untuk belajar Al-Qur’an serta menghindari tindakan perundungan atau bullying.
Kedisiplinan juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk kewajiban menjaga fasilitas pesantren dan bertanggung jawab terhadap barang-barang pribadi.
Pendidikan diarahkan agar para santri memiliki ketakwaan, ketangguhan, keterampilan hidup, semangat dakwah dan jiwa kewirausahaan.
Harapannya, lulusan tidak hanya dikenal sebagai penghafal Al-Qur’an, tetapi juga memiliki karakter kuat dan mampu hidup mandiri.
Belajar dan Tinggal dalam Lingkungan Pesantren
Untuk menunjang proses pendidikan, pesantren menyediakan ruang belajar, asrama santri putra, ranjang bertingkat, fasilitas bermain, konsumsi serta masjid sebagai pusat kegiatan ibadah dan pembinaan keagamaan.
Lingkungan asrama menjadi bagian dari proses pembelajaran. Di sana, santri belajar hidup bersama, saling menghormati, berbagi tanggung jawab dan membangun kebiasaan positif.
Konsep pendidikan yang humanis tetap berjalan beriringan dengan kedisiplinan sehingga santri mendapatkan pengalaman belajar yang tidak hanya berlangsung di dalam kelas.
Kesempatan Pendidikan bagi Yatim dan Dhuafa
Selain membuka penerimaan santri baru, pesantren juga memberikan perhatian kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Tersedia kesempatan memperoleh pendidikan dan pondok secara gratis bagi santri yatim-piatu dan kaum dhuafa sesuai persyaratan yang ditetapkan pengelola.
Calon santri dari keluarga kurang mampu dapat melengkapi Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dari desa atau kelurahan. Dokumen pendukung lainnya antara lain foto kondisi rumah, seperti bagian depan rumah, kamar tidur, kamar mandi dan dapur.
Program ini menjadi salah satu bentuk kepedulian pesantren agar keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang bagi anak untuk mendapatkan pendidikan berbasis Al-Qur’an.
Biaya Awal Rp4,6 Juta
Untuk Tahun Pelajaran 2026/2027, biaya yang tercantum dalam materi penerimaan santri baru meliputi pendaftaran Rp150.000, pembangunan Rp1.000.000, perlengkapan Rp2.500.000 dan pendidikan Rp950.000.
Total biaya awal yang tercantum sebesar Rp4.600.000.
Biaya perlengkapan mencakup antara lain lemari, bantal, kasur dan sprei. Sementara biaya pendidikan mencakup SPP bulanan, uang makan dan listrik.
Wali calon santri disarankan melakukan konfirmasi langsung kepada pengelola untuk memperoleh informasi terbaru mengenai biaya dan ketentuan pembayaran.
Saatnya Menyiapkan Generasi Qurani
Penerimaan santri baru diperuntukkan bagi santri putra lulusan MI/SD sederajat maupun MTs/SMP sederajat.
Persyaratan yang perlu disiapkan antara lain surat keterangan lulus atau fotokopi ijazah, fotokopi Kartu Keluarga, surat keterangan sehat dari rumah sakit atau puskesmas, pasfoto ukuran 3x4 sebanyak empat lembar berlatar merah serta foto seluruh badan satu lembar.
Bagi calon santri yatim-piatu, dhuafa atau dari keluarga kurang mampu, dapat melengkapi dokumen tambahan sesuai ketentuan program bantuan pendidikan.
Informasi pendaftaran dapat diperoleh langsung di Pondok Pesantren Tahfidz Al-Qur’an Alfirdausi Alqasimi Assuadi, Komplek Dayasa Prima Indah, Jalan Gardu, Dusun VII, Desa Sei Rotan, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Kode Pos 20371.
Informasi juga dapat diperoleh melalui WhatsApp 0813-7719-6500, email ponpesfas@gmail.com, atau website www.rtqassuadi.com.
Bagi orang tua yang menginginkan lingkungan pendidikan yang mendekatkan anak dengan Al-Qur’an sekaligus membangun akhlak, disiplin dan kemandirian, Alfirdausi Alqasimi Assuadi menawarkan ruang bagi tumbuhnya generasi Qurani yang tidak hanya kuat dalam hafalan, tetapi juga siap menghadapi kehidupan dengan karakter dan tanggung jawab.
Bila ingin tampil lebih promosi/advertorial, lead-nya bisa dibuat lebih emosional dan menonjolkan pesan “mondok, hafal Al-Qur’an, berakhlak, mandiri” sejak paragraf pertama.
Komentar
Posting Komentar