Bupati Deli Serdang Jajaki Kerja Sama Pertanian dengan Tiongkok

MEDAN (Kilasberita65) – Pemerintah Kabupaten Deli Serdang menjajaki kerja sama dengan Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok (RRT) di Medan untuk mendorong peningkatan produktivitas pertanian, khususnya tanaman padi.

Penjajakan kerja sama tersebut dilakukan Bupati Deli Serdang dr. Asri Ludin Tambunan dalam pertemuan dengan pihak Konsulat Jenderal RRT di Medan. Salah satu pembahasan yang mengemuka adalah peluang alih teknologi pertanian dari Tiongkok untuk diterapkan di Deli Serdang.

Dalam pertemuan itu, pihak Tiongkok menawarkan teknologi budidaya padi yang disebut mampu meningkatkan produktivitas hingga 15 ton per hektare. Teknologi tersebut mencakup penggunaan bibit unggul, mekanisasi pertanian, sistem irigasi serta pemantauan lahan berbasis teknologi digital.

Selain transfer teknologi, pembahasan juga mencakup peluang kerja sama sister city dengan salah satu daerah di Tiongkok. Kerja sama tersebut diharapkan dapat membuka kesempatan bagi pemuda dan penyuluh pertanian Deli Serdang untuk memperoleh pengetahuan dan pengalaman mengenai teknologi pertanian modern.

Bupati mengatakan, rencana penerapan teknologi tersebut nantinya akan diawali melalui proyek percontohan atau pilot project di sejumlah kawasan sentra produksi padi. Kecamatan Beringin dan Percut Sei Tuan menjadi dua wilayah yang disebut sebagai lokasi yang potensial untuk pelaksanaan program tersebut.

Menurutnya, penerapan teknologi harus diikuti dengan peningkatan kemampuan sumber daya manusia. Karena itu, pelatihan bagi petani dan penyuluh menjadi bagian penting dalam rencana kerja sama tersebut.

“Kami tidak ingin petani kita tertinggal oleh zaman. Melalui transfer teknologi ini, kita targetkan efisiensi kerja meningkat dan hasil panen melompat tajam,” ujar Asri Ludin Tambunan.

Pemkab Deli Serdang berharap kerja sama tersebut tidak hanya meningkatkan produktivitas padi, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan serta meningkatkan kesejahteraan petani.

Namun, berbagai rencana kerja sama tersebut masih memerlukan tahapan pembahasan dan penyesuaian teknis sebelum diterapkan di lapangan. (erni)

Komentar