DKP Sumut Dorong Ekonomi Biru di Pesisir



Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sumut Sabar Jaya Telaumbanua

MEDAN (Kilasberita65): Pemerintah Provinsi Sumatera Utara memanfaatkan momentum pertemuan Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) Ministerial Meeting ke-32 di Medan untuk memperkuat kerja sama ekonomi biru dan pengembangan sektor kelautan yang berkelanjutan.

Sebagai tuan rumah pertemuan tingkat menteri subregional tersebut, Sumut mendorong agar kerja sama yang dibangun tidak berhenti pada aspek konektivitas dan perdagangan, tetapi juga memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir dan nelayan.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sumut Sabar Jaya Telaumbanua mengatakan, forum IMT-GT merupakan momentum strategis untuk membuka peluang investasi sekaligus memperluas akses pasar produk kelautan dan perikanan Sumut ke Malaysia dan Thailand.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap kesepakatan konektivitas yang lahir dari meja diplomasi subregional ini berdampak langsung pada kelancaran logistik hasil laut dan membuka akses pasar yang lebih luas bagi nelayan lokal ke Malaysia dan Thailand,” ujarnya di sela persiapan agenda IMT-GT ke-32.

Menurut Sabar, pengembangan ekonomi biru harus berjalan seimbang antara kepentingan ekonomi dan kelestarian ekosistem laut. Karena itu, DKP Sumut tengah mendorong penataan kawasan pesisir yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga memperkuat konservasi laut serta pengembangan budidaya yang ramah lingkungan.

Sejalan dengan itu, DKP Sumut juga terus memetakan potensi komoditas kelautan dan perikanan di sejumlah daerah. Salah satunya potensi tambak garam rakyat di Kabupaten Nias Utara yang baru-baru ini ditinjau langsung jajaran DKP Sumut.

Hasil pemetaan dan peninjauan tersebut selanjutnya disinkronkan dengan pemerintah pusat, termasuk Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI. Upaya itu diharapkan membuka peluang dukungan pembiayaan, sarana produksi dan infrastruktur guna meningkatkan produktivitas masyarakat pesisir.

Sabar menambahkan, penguatan komoditas lokal, termasuk garam rakyat dan usaha budidaya pesisir di wilayah kepulauan dan pulau-pulau terluar, akan menjadi salah satu fokus pendampingan DKP Sumut.

Ia berharap kerja sama yang diperkuat melalui IMT-GT ke-32 dapat ditindaklanjuti dalam bentuk program konkret, terutama untuk memperlancar distribusi hasil laut, memperluas pasar dan menarik investasi ke sektor kelautan dan perikanan.

“Dengan ekonomi biru yang berkelanjutan, kita ingin sektor kelautan tidak hanya menjadi sumber pertumbuhan ekonomi, tetapi juga mampu menjaga ekosistem dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir,” katanya.

Melalui forum IMT-GT tersebut, Sumut optimistis sektor kelautan dan perikanan dapat semakin berperan sebagai penggerak ekonomi daerah sekaligus memperkuat ketahanan pangan berbasis maritim.(tim)

Komentar